Selasa 02 Juni 2020, 19:10 WIB

Paparan Cahaya Ponsel Berlebih Saat Malam Bisa Picu Depresi

Fathurrozak | Weekend
Paparan Cahaya Ponsel Berlebih Saat Malam Bisa Picu Depresi

Unsplash
Studi peneliti Tiongkok yang menunjukkan depresi pada hewan yang terpapar cahaya ponsel memberi gambaran akan bahaya serupa pada manusia.

STUDI terbaru mengungkapkan paparan cahaya artifisial pada malam hari berdampak munculnya perilaku seperti depresi pada tikus. Temuan ini dapat membantu pemahaman tentang bagaimana paparan cahaya berlebihan di malam hari memicu depresi pada manusia.

Studi itu dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi di Tiongkok. Mereka melakukan penelitian pada tikus yang terpapar cahaya biru selama dua jam dengan jangka waktu beberapa minggu. Cahaya biru itu merupakan cahaya yang sama yang dipancarkan dari polusi cahaya atau perangkat elektronik seperti smartphone.

Mereka mengamati, setelah tiga minggu hewan pengerat tersebut menunjukkan kecenderungan sikap depresi. Hal ini diukur dengan berkurangnya perilaku melarikan diri dan penurunan preferensi terhadap gula. Serangan depresi ini berlangsung selama tiga minggu setelahnya, ketika tikus tidak lagi terkena cahaya di malam hari.

"Sementara terapi cahaya yang diterapkan di siang hari diketahui memiliki sifat anti-depresi, paparan cahaya berlebihan di malam hari telah dilaporkan dikaitkan dengan gejala depresi. Temuan ini mungkin relevan ketika mempertimbangkan efek kesehatan mental dari penerangan malam hari yang lazim di dunia industri," tulis para peneliti dalam jurnal yang merinci penelitian tersebut, yang dipublikasikan di Nature.

Penelitian menunjuk ke jalur saraf yang menghubungkan jenis reseptor cahaya tertentu di mata ke dua area otak, yang diaktifkan jauh lebih kuat dengan cahaya pada malam hari daripada siang hari.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa pertimbangan yang cermat harus diberikan pada keterbatasan studi hewan pengerat dalam studi terkait cahaya, terutama ketika menerapkan temuan pada konteks manusia. Untuk lebih memahami bagaimana cahaya mempengaruhi suasana hati manusia, para peneliti menulis bahwa studi di masa depan harus menetapkan apakah jalur saraf yang sama dan mekanisme yang memicu depresi tikus juga ada pada manusia. Tautan semacam itu akan memiliki implikasi signifikan pada pemahaman kita tentang perilaku manusia, khususnya di dalam kota.

"Tidak seperti waktu lain dalam sejarah evolusi kita, paparan (cahaya malam hari) semakin tak terelakkan di era pasca-industri,” bunyi kesimpulan dari jurnal hasil penelitian tersebut. (M-1)
 

Baca Juga

MI/SUMARYANTO BRONTO

Dewa Eka Prayoga Belajar dari Rentetan Ujian

👤 (Bus/M-1) 🕔Minggu 05 Juli 2020, 06:25 WIB
BEGITU hebatnya kepiawaian Dewa Eka Prayoga dalam bidang pemasaran digital hingga ia mendapat julukan 'Dewa...
Google & Atlas VPN/AT&T/IC3/Statista/Interpol/Trend Micro/Patrolisiber.id/Tim Riset MI-NRC

Kejahatan Siber Meningkat Selama Pendemi

👤Google & Atlas VPN/AT&T/IC3/Statista/Interpol/Trend Micro/Patrolisiber.id/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 05 Juli 2020, 06:20 WIB
PANDEMI covid-19 secara tak langsung memaksa orang-orang untuk tetap berada di rumah dan lebih sering menggunakan...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Edward Tirtanata Perjuangan Raja Kopi

👤(Bus/M-1) 🕔Minggu 05 Juli 2020, 06:15 WIB
BAGI penggemar kopi kekinian, nama Kopi Kenangan tentu tidak asing lagi. Startup minuman yang berdiri pada 2017 itu kini telah memiliki...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya