Selasa 02 Juni 2020, 10:20 WIB

Jabar Terapkan Pembatasan Covid-19 Berskala Mikro

Putri Anisa Yuliani | Nusantara
Jabar Terapkan Pembatasan Covid-19 Berskala Mikro

123rf.com
ilustrasi

 

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) mulai mengimplementasikan penanganan covid-19 berskala mikro atau tingkat kelurahan/desa. Tujuannya supaya sebaran covid-19 dapat dikendalikan dan angka kematian akibat pandemi covid-19 bisa ditekan.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Berli Hamdani mengatakan penanganan berskala mikro dengan melakukan isolasi secara intensif selama 14 hari di desa/kelurahan yang masuk daerah rawan dapat mengefisienkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanggulangan covid-19.

"Semakin lamanya kita mengatasi dampak pandemi covid-19 d Jabar ini, semua sumber daya terserap hampir habis, termasuk anggaran dan SDM. Penanganan covid-19 berskala mikro juga sejalan dengan pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) proporsional di tingkat kelurahan/desa," kata Berli dalam keterangan resminya, Senin (1/6).

Ada 267 desa dan kelurahan di Jabar memiliki pasien positif covid-19. Dari jumlah itu, kata Berli, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar mencatat ada sekitar 54 desa kritis dengan catatan kasus positif covid-19 lebih dari enam pasien per desa.

Ke-54 desa tersebut menjadi fokus Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar untuk melokalisasi pasien positif beserta kontak tracing. Pelacakan yang komprehensif pun disertai dengan pembatasan aktivitas, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan.

"Tes swab akan dilakukan sebanyak dua kali. Tes pertama dilakukan pada hari pertama penanganan dan tes selanjutnya dilakukan pada hari ke-14. Kami juga akan memobilisasi ambulans Puskesmas Keliling sebagai Mobile Covid-19 Test, mengoptimalkan Layad Rawat, MPUS, Mobile Laboratorium BIN," ucap Berli.

Berli menyatakan hasil pemeriksaan akan menjadi landasan bagi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dalam melakukan penyekatan dan menekan potensi kontak lokal covid-19. Dengan begitu, penularan covid-19 dapat dikendalikan dan ruang gerak SARS-CoV-2 dapat terlacak.

Selain pemeriksaan, penanganan covid-19 berskala mikro di daerah rawan disertai juga dengan pemantauan kesehatan, sterilisasi rumah, fasilitas sosial, dan fasilitas umum, pengawasan orang masuk dan keluar di daerah tersebut, dan pendirian dapur umum.

Menurut Berli, petugas non-kesehatan, yaitu TP PKK kabupaten/kota setempat, Satgas Desa Siaga, relawan, TNI/POLRI, dan masyarakat sekitar, turut dalam penanganan covid-19 di kelurahan/desa yang masuk zona kritis.

Baca juga: Daerah di Jateng Buka Sekat Persiapan Menuju Normal Baru

"Kesiapan Alat Pelindung Diri (APD) dalam posisi aman. Artinya, semua kebutuhan APD sudah terpenuhi atau dalam proses pemenuhan. Terkait makanan untuk karantina juga melalui program ketahanan pangan bersama OPD dan sektor terkait," jelasnya.

Selama penanganan, warga yang berada di kelurahan/desa rawan covid-19 tidak diperkenankan keluar atau menerima tamu dari luar, kecuali untuk kepentingan darurat. Warga dapat beraktivitas di wilayah kelurahan/desa dengan menerapkan protokol kesehatan.

Setelah isolasi 14 hari selesai, warga yang berada di kelurahan/desa rawan covid-19 menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tanggap dan peduli pada pandemi covid-19. Di samping itu, pemantauan dan pengawasan orang masuk dan keluar, serta pemeriksaan kesehatan dan rapid test periodik akan dilakukan. (OL-14)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

4 Partai Siap Menangkan Piet Kasihiw-Matret di Pilkada Bintuni

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 10:20 WIB
Pasangan tersebut didukung oleh empat partai yakni NasDem, Golkar, Demokrat dan PDI...
MI/Haryanto

Ganjar Lepas Puluhan Dokter Peserta Tour de Borobudur

👤Haryanto 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 09:21 WIB
Para dokter ini pun diminta Ganjar untuk menyosialisasikan protokol kesehatan di setiap ttitik...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 12 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:23 WIB
Sebanyak 12 pasien baru terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 adalah warga dari Kecamatan Klaten Utara, Wedi, Polanharjo, Jogonalan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya