Selasa 02 Juni 2020, 09:10 WIB

Kasus Covid-19 Kluster Tomboro di Blora Bertambah

Akhmad Safuan | Nusantara
Kasus Covid-19 Kluster Tomboro di Blora Bertambah

MI/Akhmad Safuan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto

 

KASUS covid-19 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah bertambah lima lagi, empat orang diantaranya dinyatakan positif korona setelah hasil swab test keluar berasal dari kluster Tomboro, Mageran, Jawa Timur.

"Iya hasil swan test yang keluar hari ini, jumlah kasus positif covid-19 di daerah ini bertambah lima lagi, sehingga menjadi 29 orang," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto kepada mediaindonesia.com, Senin (1/6). 

Lima kasus tambahan itu, empat orang di antaranya adalah dari Kecamatan Kradenan, Blora yang merupakan kluster Temboro, Magetan. Sedangkan satunya seorang perempuan usia 50 tahun dari Kecamatan Bogorejo, Blora yang sebelumnya punya riwayat sakit dari Surabaya. Bersama penambahan jumlah kasus covid-19 kluster Temboro ini maka secara keseluruhan dari kluster ini berjumlah 19 orang. Sebelumnya dari 131 santri Ponpes Temboro yang pulang kampung ke Blora, sebanyak 28 orang reaktif covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Kemudian dilakukan tes swab dan ditemukan 19 orang positif covid-19.

Seluruh pasien covid-19 di Blora saat ini masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit. Dengan adanya penambahan kasus itu, maka di Blora ada 9 zona merah yakni Kecamatan Jati, Kradenan, Blora, Kunduran, Ngawen, Cepu, Jepon, Todanan dan Bogorejo.

baca juga: Tanjung Kajuwulu Dipersiapkan Jadi Lokasi Karantina Pekerja

Kepala Satpol PP Blora Djoko Sulistiyono mengatakan untuk menekan perkembangan covid-19, bersama TNI dan Polri dalam rangka menekan berkembangnya kasus covid-19, bersama TNI dan Polri terus melakukan pengawasan, penertiban dan edukasi agar warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kita terus mensosialisasikan agar warga tetap ikuti protokol kesehatan seperti bermasker ketika keluar rumah, jaga jarak, cuci tangan dan tidak berkerumun. Karena kunci keberhasilan memutuskan mata rantai adalah kedisiplinan ikuti protokol kesehatan," kata Djoko Sulistiyono. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA/Arnold

Pemkot Balikpapan Pelajari Edaran Tarif Rapid Test

👤Rudi Agung 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:23 WIB
Menurut Wali Kota Balikpapan, harga pokok rapid test yang dibeli faskes di sana sudah di atas Rp150...
Dok Unhas

19 Reaktif Rapid Test, Dosen Unhas Langsung Swab Test

👤Lina Herlina 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:14 WIB
Selama tiga hari kegiatan rapid test, seribu lebih dosen ikut...
dprd.samarindakota.go.id

Usai Olahraga, Ketua DPRD Samarinda Meninggal Dunia

👤Rudi Agung 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:42 WIB
Almarhum sempat menjalani perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (10/7)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya