Selasa 02 Juni 2020, 05:50 WIB

Waspadai Gelombang Laut Tinggi

LD/RF/AS/BB/RS | Nusantara
Waspadai Gelombang Laut Tinggi

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Nelayan setempat memilih tidak melaut akibat gelombang tinggi di Pantai Menganti, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (26/7).

 

GELOMBANG tinggi telah melanda perairan Nusantara. Jika warga tidak waspada, hal ini akan menjadi berbahaya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), dua orang telah hilang tenggelam di muara Sungai Lukulo, kemarin. Insiden itu terjadi saat mereka tengah bermain rakit di muara Sungai Lukulo.

Tiba-tiba gelombang tinggi datang dan menghempaskan mereka. Korban, yaitu Mujahidin, 22, dan Faidu Rohman, 23, hingga kini belum ditemukan.

Tim SAR gabungan telah di­kerahkan untuk mencari warga Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen tersebut. Dalam menanggapi upaya pencarian para korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya telah mengirimkan tim SAR untuk bergabung dengan tim SAR lainnya.

“Saat ini masih dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim yang mencari dari polsek dan Koramil Petanahan, SAR Tunas Kelapa dan Basarnas. Proses pencarian terkendala  gelombang tinggi sehingga tidak mungkin menggunakan kapal,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, ketinggian gelombang di Samudra Hindia Selatan yang meliputi perairan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta mencapai 1,5 meter hingga 3,5 meter.

“Kecepatan angin dapat mencapai 4 sampai 20 knot. Karena itu, kami meminta nelayan dan warga yang beraktivitas di pantai untuk waspada,” kata pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Nurfaijin.

Secara terpisah, gelombang tinggi juga menyebabkan dua pemancing di Bangka tewas. Mereka tewas setelah tenggelam karena terseret ombak.

Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan dua dari tiga warga yang sedang memancing di Pantai Tikus Depan Puri Tri Agung, Sungailiat, Bangka, yang terseret ombak telah ditemukan dalam kondisi tewas.

“Kedua korban ditemukan pada hari berbeda. Ikbal Rahman, 25, yang bekerja sebagai pegawai honorer Satpol PP Bangka ditemukan pada Sabtu (30/6) dan Ardiansyah, 25, karyawan Hotel Tanjung Pesona pada Minggu (31/5),” kata Mikron, kemarin.

Banjir karena air laut pasang (rob) kembali merendam beberapa daerah di pantai utara Jawa Tengah. Daerah yang dilanda rob, antara lain Pekalongan, Semarang, Demak, dan Jepara, memiliki ketinggian 20 cm sampai 100 cm.

Puluhan warga mengungsi akibat bencana tersebut. Berdasarkan pantauan, kemarin, sebanyak 60 warga Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, mengungsi dan bertahan di Musala Al Aqsa Slamaran.
Di Sukabumi, Jawa Barat, tanah longsor yang terjadi di dua wilayah di Kecamatan Gunungpuyuh, Minggu (31/5), mengakibatkan sejumlah ba­ngunan rusak.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menuturkan berdasarkan laporan, persisnya bencana itu terjadi di Kelurahan Karamat dan di Jalan Merbabu RT 05/04 Kelurahan Karang Tengah. (LD/RF/AS/BB/RS)

Baca Juga

MI/Ardi Teristi

DIY tidak akan Tergesa-gesa Terapkan Aturan Kenormalan Baru

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:25 WIB
Sultan menyebut, tidak mungkin DIY akan diam saja dan menunggu sampai virus benar-benar hilang tanpa melakukan kegiatan...
Istimewa

Kemenparekraf Serahkan Bantuan untuk Pelaku Pariwisata

👤RO/Micom 🕔Kamis 02 Juli 2020, 20:46 WIB
Pelaku usaha parawisata dan ekonomi kreatif sangat terdampak pandemi...
MI?Adi Kristiadi

Dua Desa di Tasikmalaya mulai Krisis Air Bersih

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 02 Juli 2020, 20:40 WIB
RATUSAN warga di Kampung Sukahurip, Cijulang, Desa Mediasari dan Desa Neglasari, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya