Selasa 02 Juni 2020, 05:20 WIB

Kementan Terus Tingkatkan Populasi Sapi Perah

Iam/E-3 | Ekonomi
Kementan Terus Tingkatkan Populasi Sapi Perah

ANTARA FOTO/Siswowidodo
Peternak sapi perah memerah susu di Desa Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (9/5).

 

PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan populasi sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang baru mencapai 22%. Saat ini pemerintah harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang terus meningkat.

“Pertumbuhan populasi sapi perah dan pertumbuhan produksinya belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi sehingga ketersediaan sebagian besar produk susu dan turunannya adalah melalui importasi yang semakin lama semakin meningkat,” terang Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, dalam keterangan resmi, kemarin, menyambut momentum Hari Susu Nusantara yang jatuh pada 1 Juni.

Ketut mengatakan populasi sapi perah nasional pada 2019 sebanyak 561.061 ekor dengan produksi susu sebanyak 996.442 ton.

Dengan jumlah kebutuhan susu nasional pada 2019 mencapai 4.332,88 ribu ton, produksi susu segar dalam negeri (SSDN) hanya mampu memenuhi 22% dari kebutuhan nasional sehingga 78% berasal dari impor.

Selain itu, produksi susu saat ini masih didominasi susu sapi, padahal kita memiliki potensi ternak lain seperti kambing perah seperti kambing peranakan etawa, kambing saanen, dan kerbau perah yang pemanfaatannya belum optimal.

“Berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengembangan industri susu nasional harus didorong bersama melalui peran aktif dari semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, swasta, industri, dan tentu saja para peternak itu sendiri,” sambungnya.

Kementan sebagai instansi teknis yang menangani peternakan, terus berupaya keras dalam mengembangkan persusuan nasional untuk mencapai target pemenuhan kebutuhan susu nasional pada 2025 sebanyak 60% sesuai dengan Cetak Biru Persusuan 2013-2025 yang dikeluarkan Kemenko Perekonomian.

Salah satu cara yang dilakukan saat ini adalah program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri), pemasukan bibit sapi perah untuk replacement induk dan dikembangkan di Balai Ternak Unggul Baturaden. (Iam/E-3)

Baca Juga

Lingkaran Survei Indonesia (LSI)

Ekonomi Warga Anjlok Selama Pandemi

👤Ins/X-7 🕔Rabu 08 Juli 2020, 05:32 WIB
Sebanyak 2/3 responden (74,8%) menyatakan keadaan ekonomi mereka lebih buruk, 22,4% menyatakan tidak ada bedanya, dan hanya 2,2% responden...
DOK BRI

Jamin Kredit UMKM, BRI Bersinergi dengan Askrindo dan Jamkrindo

👤S1-25 🕔Rabu 08 Juli 2020, 04:58 WIB
Hingga pertengahan Juni 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi usaha dengan nilai mencapai Rp164,9 triliun, yang mayoritas ada di segmen...
Kementerian Keuangan RI/Riset MI-NRC

Alokasi Rp5 T untuk Kredit Modal Kerja

👤Mir/Des/X-11 🕔Rabu 08 Juli 2020, 04:47 WIB
Alokasi dananya sebesar Rp5 triliun melalui PT Jamkrindo dan PT Askrindo yang akan disalurkan perbankan kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya