Selasa 02 Juni 2020, 00:24 WIB

Hari Pancasila, Politikus NasDem ini Gelar Pancasila dirumahku

Cahya Mulyana/Putra Ananda | Politik dan Hukum
Hari Pancasila, Politikus NasDem ini Gelar Pancasila dirumahku

Antara/Prasetyo Utomo
Politkus Partai NasDem Willy Aditya

 

SEBAGAI produk pemikiran, Pancasila harus didialogkan dengan perkembangan dan perubahan zaman yang terjadi. Dengan mendialogkannya, Pancasila akan selalu hidup dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman sekompleks apapun.

Salah satu manifestasi dari upaya mendialogkan itu adalah dengan menyelenggarakan lomba bagi para generasi penerus bangsa. Seperti yang dilakukan oleh politikus Partai NasDem Willy Aditya lewat gerakan “Pancasila di Rumahku”.

Di dalam gerakan ini ada berbagai cara atau program yang dilakukan, salah satunya adalah lomba penulisan dan pembuatan video pendek bagi kalangan pelajar dan mahasiswa yang bertemakan Pancasila.

“Dengan lomba tersebut, secara tidak langsung, kita menggali narasi ber-Pancasila dan memberi ruang dialog antara Pancasila sebagai produk pemikiran dengan alam pikir generasi muda saat ini terhadapnya. Kita jadi bisa melihat bagaimana pemaknaan mereka terhadap Pancasila sebagai nilai kehidupan bersama,” kata Willy dalam keterangan tertulisnya di momen peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020, di Jakarta.

Menurutnya, sebagai pilot project, animonya cukup bagus meski di tengah pandemi corona. Ke depan, kita akan mengadakan berbagai jenis lomba lain di kota-kota lainnya.

Baca juga : Kaji dan Amalkan Pancasila untuk Indonesia Maju

“Kemarin kita sudah memberi apresiasi dan penghargaan kepada enam pemenang. Tiga dari lomba penulisan dan tiga lagi dari lomba video pendek. Dari hasil yang ada, kita patut bersyukur generasi muda punya pemahaman dan pemaknaan yang baik terhadap Pancasila. Cuma perlu diasah lebih lanjut saja,” ungkapnya.

Pancasila di Rumahku digagas Willy sebagai salah satu cara melakukan salah tugasnya sebagai anggota MPR, yakni sosialisasi pilar MPR RI. Dalam refleksinya, menyosialiasikan semangat kebangsaan yang di dalamnya ada Pancasila, konstitusi dan semangat Bineka Tunggal Ika tidak bisa hanya dengan pidato atau ceramah.

“Ia harus disampaikan dengan praktik yang bisa menjadi contoh atau pelajaran (best practice). Ia tidak bisa hanya disampaikan dalam berbagai pidato atau diperingati dalam ragam upacara. Jika hanya begitu, Pancasila hanya akan menjadi mitologi dan mengalami proses mistifikasi,” tutur Willy.

Oleh karena itulah, ikhtiar ini dilaksanakan dengan enam kerangka aksi. “Pertama, berwatak gerakan; bersifat partisipatori, ada target group yang jelas, metodenya induktif, kontekstual, dan terakhir, dilaksanakan dengan konvergensi media. Artinya berbagai paltform media kita gunakan,” jelas lulusan Filsafat UGM ini.

Pancasila di Rumahku juga menjadi salah satu manifestasi best practice yang ingin diwujudkan oleh Willy. Menurutnya, hal semacam ini sama dengan ketika Bung Karno menggali nilai-nilai kepribadian bangsa yang kemudian disebut Pancasila, dulu.

Baca juga : Pimpinan DPD RI Peringati Hari Pancasila secara Virtual

“Bung Karno sendiri mengatakan, ‘Aku tidak mengatakan bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali tradisi kami jauh sampai ke dasarnya dan keluarlah aku dengan lima butir mutiara yang indah," ujarnya.

“Ini menunjukkan bagaimana Bung Karno berdialektika, mencari nilai-nilai yang bisa menjadi dasar sekaligus pemersatu bangsa, lewat interaksi dan dialog dengan berbagai kebudayaan dan kepribadian bangsa-bangsa di Nusantara,” imbuhnya.

Tetapi Willy kembali menandaskan, kelima sila Pancasila itu harus terus berada di ruang dialog dengan segala perkembangan dan perubahan yang ada. Dengan begitu, Pancasila akan senantiasa hidup, baik sebagai nilai hidup bersama maupun produk pemikiran.

Ke depan, Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem ini mengatakan, gerakan Pancasila di Rumahku ini akan berlanjut di kota-kota lain dengan berbagai program dan lomba lainnya.

“Nanti akan kita tambah varian program dan lombanya. Lomba menulis surat misalnya. Intinya, semangatnya akan selalu berpijak pada enam kerangka aksi tadi,” tutupnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Istana: Pidato Presiden Wujud Pelaksaan UUD

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 11:51 WIB
Pidato Presiden pada dasarnya adalah wujud pelaksanaan sumpah jabatan Presiden untuk menjalankan Pancasila, Mukadimah UUD 1945 dan Batang...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pengamat Sebut Pidato Presiden Memberi Semangat pada Masyarakat

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 11:42 WIB
Pangi mengatakan, secara keseluruhan isi pidato tersebut sangat menginspirasi dan memberikan semangat kepada semua unsur...
DOK DPR RI

Sektor Pendidikan Tak Tersentuh Anggaran Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 11:00 WIB
Dari Rp405,1 triliun anggaran penanggulangan Covid-19, tak ada alokasi untuk sektor pendidikan. Padahal, sektor pendidikan mendapat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya