Selasa 02 Juni 2020, 04:35 WIB

Badai Amanda Ciptakan Kehancuran di Amerika

Badai Amanda Ciptakan Kehancuran di Amerika

AFP
Kondisi rumah yang hancur karena badai Amanda

 

BADAI tropis Amanda, badai bernama pertama musim ini di Pasifik, telah menewaskan 10 orang saat menyerang berbagai wilayah di El Salvador dan Guatemala. Badai itu juga menyebabkan banjir dan pemadaman listrik di berbagai daerah di kedua negara.

Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan keadaan darurat selama 15 hari untuk mengatasi dampak badai, yang kekuatannya berangsur melemah ketika bergerak ke Guatemala. Pejabat senior di kabinet, Carolina Recinos, mengatakan korban jiwa semua tercatat di El Salvador, dengan satu orang dilaporkan hilang.

Sementara itu, Wali Kota Ernesto Muyshondt mengungkapkan, di San Salvador, ibu kota El Salvador, sekitar 50 rumah rusak akibat hujan dan angin kencang, sedangkan 23 kendaraan rusak terkena terjangan banjir.

“Kami mengalami situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu status darurat yang gawat di atas masalah serius lainnya,” ujar Muyshondt, merujuk ke pandemi covid-19 yang juga melanda kawasan tersebut.

Di beberapa daerah banjir, tentara bekerja bersama personel keadaan darurat untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir di rumahrumah mereka.

“Kami kehilangan segalanya, kami tidak punya tempat tinggal,” kata Isidro Gomez, warga di tenggara San Salvador, setelah sungai di dekatnya meluap dan menghancurkan rumahnya. 

Korban lain, Mariano Ramos, mengatakan warga di lingkungan San Salvador didera longsoran lumpur dan air saat fajar tiba. Seorang lelaki tua meninggal di lingkung an tersebut akibat badai.

Kementerian Lingkungan Hidup El Salvador memperingatkan penduduk akan besarnya kemungkinan terjadi banyak tanah longsor yang membawa batu dan puingpuing yang dapat merusak bangunan dan melukai atau membunuh orang. Hampir 90% wilayah El Salvador, berpopulasi 6,6 juta jiwa, dianggap rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

Di negara tetangganya, Guatemala, para pejabat menyatakan banyak jalan tertutup oleh tanah longsor. Beberapa daerah juga mengalami banjir, tetapi belum ada warga yang diungsikan. Meskipun kekuatan badai Amanda terus melemah, pejabat Guatemala memperingatkan bahwa hujan lebat akan terus turun. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan longsor yang menutupi badan jalan dan banjir di wilayah pesisir. (CNA/AFP/Hym/X-11)

Baca Juga

AFP/KEVIN DIETSCH

Trump Tegaskan tidak Sepakat dengan Fauci Soal Covid-19 di AS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Juli 2020, 07:59 WIB
Trump menyebut Fauci mengatakan banyak hal termasuk sejumlah nasehat yang tidak...
AFP/Oliver BUNIC

Ribuan Warga Serbia Protes Pemberlakuan Kembali Jam Malam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Juli 2020, 07:28 WIB
Para demonstran yang juga menyalakan suar dan melemparkan batu ke arah polisi berteriak meminta Presiden Aleksandar Vucic agar mengundurkan...
AFP/Josep LAGO

Catalonia Tuntut Aturan Tegas Pemakaian Masker

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Juli 2020, 07:09 WIB
Pada Sabtu (4/7), sebanyak 200 ribu orang di zona sekitar Lerida, barat Barcelona, di-lockdown setelah lebih dari 1.000 kasus covid-19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya