Senin 01 Juni 2020, 20:11 WIB

Inggris Segera Uji Coba Lima Obat Covid-19

mediaindonesia.com | Internasional
Inggris Segera Uji Coba Lima Obat Covid-19

AFP/Kirsty Wigglesworth
Profesor dari Universitas Cambridge menguji sampel darah pasien covid-19.

 

PEMERINTAH Inggris siap memulai uji coba lima obat baru sebagai upaya melawan covid-19.

Sejumlah ilmuwan di negara tersebut sedang mendaftarkan ratusan pasien covid-19 untuk mengikuti uji coba. Mereka ingin mencari cara untuk mencegah orang mengalami sakit parah, hingga membutuhkan perawatan intensif atau ventilator.

Guardian melaporkan uji coba akan dimulai di 30 rumah sakit. Obat pengencer darah atau dikenal heparin, menjadi salah satu obat yang masuk tahap uji coba. Obat itu akan diberikan kepada pasien covid-19 untuk pertama kali. Sebab, dinilai mampu memberikan efek dramatis dalam paru-paru.

Baca juga: Sedikitnya 60 Klub di Inggris akan Bangkrut karena Covid-19

Hal itu diungkapkan Tom Wilkinson, profesor ilmu kedokteran pernapasan sekaligus konsultan. "Obat tersebut merupakan sebuah molekul lekat yang besar. Sehingga, dapat menempel pada virus dan mencegahnya masuk ke dalam sel. Mungkin ada efek anti-inflamasi yang penting," tutur Wilkinson.

Obat tersebut dapat diproduksi dalam jumlah besar secara ekonomis, jika terbukti manjur. Bemcentinib, sebuah tablet yang dikembangkan perusahaan Norwegia, BerGenBio, juga menjadi obat yang akan diuji coba. Obat tersebut digunakan untuk kelainan darah.

Medi3506, suntikan anti-inflamasi yang kini dikembangkan untuk gangguan kulit dan penyakit paru obstruktif kronis. Namun juga terlibat tahap uji coba. Obat itu berfungsi untuk meredam badai sitokin yang menyebabkan sistem imun tubuh menjadi terlalu lelah. Serta, menyebabkan demam, radang dan kelelahan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Moskow Longgarkan Lockdown

Calquence, obat AstraZeneca lainnya, juga akan diujicobakan kepada pasien. Obat itu dikembangkan untuk peradangan paru-paru yang parah. Sebelumnya, mengurangi frekuensi komplikasi dari infeksi covid-19. Zilucoplan, obat yang dikembangkan perusahaan Belgia, UCB, diikutsertakan dalam uji coba di Inggris.

Sebanyak 60 pasien untuk masing-masing obat akan dievaluasi selama beberapa bulan ke depan. Para peneliti turut bekerja sama dengan negara lain. Kemungkinan, pasien covid-19 yang dilibatkan tidak dirawat di rumah sakit, namun menunjukkan gejala yang kuat.(Ant/OL-11)

Baca Juga

Dok. Istimewa

Pelanggaran HAM Uighur AS Sanksi Pejabat Senior Tiongkok

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:25 WIB
AMERIKA Serikat (AS) telah mengumumkan sanksi terhadap politisi Tiongkok yang disebut bertanggung jawab atas pelanggaran...
AFP

UNESCO Tinjau Perubahan Status Museum Hagia Sophia

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:05 WIB
SETIAP perubahan status Museum Hagia Sophia di Istanbul, yang berdiri sejak abad ke-6, juga harus diberitahukan kepada...
AFP

Warga Yunani Protes RUU Kontroversial

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 03:50 WIB
KEKERASAN kemarin pecah di Athena, ibu kota Yunani, selama aksi demonstrasi massa yang menentang rancangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya