Senin 01 Juni 2020, 18:55 WIB

Rambut Beruban bisa Kembali ke Warna Asli, asalkan...

Irana Shalindra | Weekend
Rambut Beruban bisa Kembali ke Warna Asli, asalkan...

Unsplash/Marks of Mana
Rambut beruban bisa disebabkan oleh stress.

Para ilmuwan telah membuktikan bahwa stres dapat menyebabkan rambut menjadi beruban. Namun, dalam sebuah studi baru, para peneliti dari Universitas Columbia juga menemukan proses tersebut dapat dibalik pada rambut yang baru saja berubah menjadi abu-abu.

Mengurangi stres dapat mencegah rambut beruban, kata para ilmuwan, dan diharapkan di masa mendatang, obat-obatan dapat dikembangkan untuk mencegah proses perubahan warna rambut yang tidak diinginkan.

Studi ini menemukan rambut dari seluruh kulit kepala dapat berbalik dari warna kelabu. Bahkan, rambut janggut dan pubik bisa mendapatkan kembali warna aslinya setelah mulai beruban.

Para ilmuwan percaya bahwa akar problema uban berasal dari perubahan jalur metabolisme yang membentuk protein tubuh. Jalur ini sangat dipengaruhi oleh hormon yang diproduksi ketika seseorang stres, dan karena itu menghilangkan stres dapat ‘membatalkan' proses tersebut.

Secuplik hasil riset ekstensif itu telah dipublikasikan secara online sembari menunggu review dari ilmuwan lain sebelum diterbitkan secara utuh dalam jurnal.

Para ilmuwan mencabut rambut dari kepala para sukarelawan dan menciptakan teknik pencitraan baru yang mendeteksi pigmen di seluruh rambut, dari pangkal hingga ujung.

Metode analisis baru mereka mirip dengan studi cincin pohon, di mana bagian lingkaran dalam batang pohon terkait dengan periode waktu tertentu, kata para peneliti. Untuk pohon, satu tahun berkorelasi dengan pertumbuhan cincin lain. Di rambut, satu sentimeter tumbuh setiap bulan.

"Menggunakan metodologi ini, panjang rambut mencerminkan waktu dan batang rambut dipandang sebagai skala waktu fisik, 'tulis para peneliti dalam studi mereka.

Para peneliti menilai jumlah melanin -yang memberi warna pada rambut-- dan protein apa yang ada di berbagai bagian rambut. Mereka berharap melihat rambut beruban di pangkal, karena rambut tumbuh dari kulit kepala, bukan dari ujung luar.

Namun, ketika mereka mengambil hampir 400 rambut dari 14 orang, mereka menemukan yang sebaliknya. Beberapa rambut berwarna abu-abu di ujung luarnya, tetapi tetap tumbuh dengan warna natural di bagian pangkal.

Ini, para peneliti menjelaskan, berarti rambut telah berwarna abu-abu dan kemudian, entah kenapa, berhenti beruban dan kembali ke warna normal.

Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan rambut yang diketahui, para peneliti dapat melacak kembali secara khusus ketika dalam sejarah seseorang rambut menjadi abu-abu. Mereka menemukan periode abu-abu cocok dengan peningkatan tingkat stres dan transisi dari abu-abu menjadi berwarna terjadi ketika stres dikurangi.

Sebagai contoh, satu peserta dalam penelitian pergi berlibur dan ini berkorelasi dengan rambut kelabunya yang beralih kembali ke warna asli.

Studi ini belum dapat membuktikan penghilangan stres yang menyebabkan pembalikan pada uban, tetapi para ilmuwan percaya itu adalah penjelasan yang paling mungkin.  "Data kami sangat mendukung gagasan bahwa penuaan manusia bukanlah proses biologis linier yang tidak dapat diubah. Sebagian, mungkin, dapat dihentikan, atau bahkan dibalik."

Menulis dalam penelitian mereka, tim akademisi Picard Lab di Universitas Columbia dan bekerja sama dengan Dr Ralf Paus mengatakan bahwa protein yang ditemukan di rambut secara langsung berimplikasi pada jalur metabolisme sebagai penyebab di balik rambut yang mulai memutih. Mereka mengatakan jalur ini bersifat 'reversibel dan sensitif terhadap faktor neuroendokrin yang terkait dengan stres'.

"Hasil ini memberikan dasar biologis yang masuk akal untuk rpemulihan uban dan hubungannya dengan faktor psikologis, dan juga mendukung kemungkinan bahwa proses ini dapat ditargetkan secara farmakologis," tambah mereka.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa meskipun kelabu kelihatannya bisa disebabkan oleh stres, kemungkinan besar hanya bisa dibalik pada rambut yang baru saja mengelabu. Beruban hanya dapat dibalik ketika membatalkan dampak pemutihan terkait stres. 

Faktor-faktor lain juga berperan dalam menentukan kapan rambut seseorang kehilangan warnanya, termasuk genetika dan merokok. Jika faktor-faktor ini menyebabkan kelabu, penghapusan stres tidak akan membalikkan proses ini. Dengan kata lain, rambut beruban Anda tak dapat kembali ke warna aslinya. (DailyMail/M-2)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Garda Terdepan Ciliwung

👤 (M-1) 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:35 WIB
JIKA tenaga medis disebut garda terdepan dalam perang melawan covid-19, pria ini pantas disebut garda terdepan...
Sumber: Statista/Ourworldindata/Global Carbon Project/The Guardian/Tim Riset MI-NRC

Penurunan Emisi CO2 selama Pandemi Korona

👤 Statista/Ourworldindata/Global Carbon Project/The Guardian/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:30 WIB
EMISI karbon dioksida (CO2) akibat penggunaan bahan bakar fosil sejak kali pertama tercatat hingga saat ini menunjukkan peningkatan yang...
MI/SUMARYANTO BRONTO

FIKHI Ikrimah Wati Bantu Penyintas Kanker

👤Bus/M-4) 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:25 WIB
FIKHI Ikrimah Wati yang akrab dipanggil Fikhi ialah seorang penyin tas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya