Senin 01 Juni 2020, 15:39 WIB

Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

Antara
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020).

 

RENCANA pemerintah menerapkan new normal atau kenormalan baru mendapat sorotan dari berbagai kalangan salah satunya pengemudi ojek online (ojol) yang nasibnya masih menggantung. Sehingga, pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut penumpang.

Pendapatan terbesar pengemudi ojol berasal dari mengangkut penumpang. Ketika pelarangan mengangkut penumpang dikeluarkan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pendapatan mereka berkurang drastis.

Baca juga: Hai Pemerintah, Korban Covid-19 bukan Hanya Ojol

Hingga kini kebijakan ojek online mengangkut penumpang masih dalam pembahasan hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati. "Masih dalam pembahasan," singkat Adita kepada Media Indonesia, Senin (1/6).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan persoalan ojek online/konvensional mengangkut penumpang baru akan dipresentasikan ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS). "Belum dibahas besok mau saya presentasikan ke Pak Menteri," ujar Budi Setiyadi.

Terkait dengan persoalan tersebut Kemenhub sendiri bergerak cepat "Pasti lah (bergerak cepat) kita kan waktunya juga terbatas," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Presedium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, berharap adanya respons positif dari Menhub BKS terkai izin mengangkut penumpang.

"Kami hanya berharap pada normal baru nanti kami ojek online dapat kembali mengangkut penumpang karena pendapatan terbesar kami dari membawa penumpang bukan dari jasa antar barang atau pembelian makanan," ujar Igun.

Baca juga: Motor Tidak Boleh Boncengan, Ojol: Kami Kehilangan Nafkah

Garda pun telah membuat protokol kesehatan untuk mengangkut penumpang agar Kemenhub memberikan izin ojol mengangkut penumpang. Igun juga mengaku bahwa Garda telah mempresentasikan protokol kesehatan membawa penumpang ke Dirjen Hubdar Kemenhub.

"Kami dari Garda sudah komunikasi sudah presentasi juga kepada Pak Budi (Dirjen Hubdar) terkait protokol kesehatan," ungkap Igun.

Protokol yang ditawarkan Garda yakni setiap pengemudi menggunakan masker dan sarung tangan, pengemudi juga memiliki partisi portabel untuk membatasi antara pengemudi dengan penumpang.

Berikutnya setiap pengemudi memperhatikan basic personal hygiene yaitu pengemudi selalu membawa sabun cair antiseptik atau hand sanitizer, mencuci atribut kendaraan, membersihkan diri (mandi) secara rutin, dan menjaga kebersihan penampilan fisik.

Baca juga: Ojol Masuk Dalam Paket Kebijakan Lanjutan Pemerintah

"Sementara penumpang untuk wajib membawa helm sendiri agar tidak ada pemakaian helm bersama-sama sehingga mencegah penyebaran virus korona," tutup Igun. (Iam/A-3)

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi

Pandemi Covid-19 Timbulkan Tantangan Baru Ketenagakerjaan

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 14 Juli 2020, 14:19 WIB
Menaker Ida Fauziyah menyebut pembangunan ketenagakerjaan di Tanah Air menjadi lebih kompleks. Pemerintah berupaya keras agar angka...
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/ P

2 Langkah Garuda Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 14 Juli 2020, 13:50 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan untuk inisiatif jangka pendek antara lain melakukan optimalisasi pendapatan...
Antara/Indrayadi

Diukur dari Beras, Kemandirian Pangan Indonesia Timur Rendah

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 14 Juli 2020, 13:44 WIB
Berdasarkan indeks ketahanan pangan, tingkat kemandirian pangan wilayah Papua hanya sebesar 1,8%. Perum Bulog menilai potensi sagu di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya