Senin 01 Juni 2020, 14:24 WIB

Penyerang Kantor Polisi di Kalsel Bawa Simbol ISIS

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Penyerang Kantor Polisi di Kalsel Bawa Simbol ISIS

Dok.MI
Ilustrasi

 

MARKAS Kepolisian Sektor Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mengalami serangan oleh orang tak dikenal, pada Senin (1/6).

Atas insiden tersebut, dua anggota polisi mengalami luka-luka dan satu anggota polisi meninggal dunia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Komisaris Besar Mochamad Rifa’i mengatakan, polisi berhasil melumpuhkan pelaku tak lama setelah insiden penyerangan.

“Tindakan itu dilakukan, setelah sebelumnya pelaku lebih dulu diberikan peringatan untuk menyerahkan diri namun tak diindahkan oleh pelaku,” ucap Rifa’I, dalam keterangannya, Senin (1/6).

Rifai menuturkan pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus penyerangan oleh orang tak dikenal tersebut.

“Mohon waktu kami masih di TKP untuk pendalaman,” ujarnya.

Adapun insiden penyerangan terjadi saat tiga anggota polisi tengan piket jaga malam di Polsek Daha sekitar pukul 02.15 WITA dini hari. Ketiganya ialah Brigadir Leonardo Latupapua, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja dan Bripda M Azmi.

Azmi saat itu berada di ruang unit Reskrim. Sementara Djomat berada di tuangan Kanit Intel dan Leonardo tengah berjaga di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Azmi yang tengah berjaga mendengar keributan di ruang SPKT. Ia pun mendatangi ruangan SPKT dan melihat Leonardo sudah terluka akibat serangan. Azmi kemudian meminta bantuan Sahat untuk bersama-sama mendatangi ruang SPKT.

Pelaku yang melukai Leonardo mengejar dua anggota dengan membawa senjata tajam jenis samurai. Terus dikejar, membuat keduanya bersembunyi ke ruang intel dan binmas dan mengunci ruangan dari dalam sambil menghubungi Polres HSS.

Di sisi lain, pelaku yang telah terpojok bersembunyi di ruangan unit reskrim Polsek. Polisi mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri.

Namun, pelaku tak mau menyerah sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku oleh anggota kepolisian Polres Hulu Sungat Selatan.

Atas tindakan tersebut, pelaku harus meregang nyawa. Polisi pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor, sebuah Jerigen bensin, sebilah samurai, dan dokumen-dokumen beridentitas ISIS, seperti syal dan ID Card ISIS.

Pelaku pun membawa selembar surat wasiat bertulis tangan dan Alquran kecil yang disimpan dalam tas pinggang pelaku.

“Hingga kini kami masih mendalami motif pelaku,” paparnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

Perkuat BPIP dengan Undang-Undang

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 Juli 2020, 04:13 WIB
Jika kewenangan dalam pembinaan Pancasila hanya diatur perpres, itu berarti menyerahkan Pancasila pada kemauan politik...
Foto: Kristiadi

Kejagung Usut Korupsi Pengadaan Alat Pertanian

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 09 Juli 2020, 02:02 WIB
Kasus dugaan korupsi itu berawal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian melalui Direktorat Alat dan Mesin Pertanian pada...
Dok Kementerian Hukum dan HAM

Pembobol BNI Maria Pauline Lumowa Diekstradisi dari Serbia

👤Ant 🕔Kamis 09 Juli 2020, 00:04 WIB
Buronan kasus pembobolan Bank BNI sebesar Rp1,7 triliun dijadwalkan tiba di Tanah Air bersama Yasonna dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya