Senin 01 Juni 2020, 13:07 WIB

Puan Maharani Ikuti Peringatan Lahir Pancasila Secara Virtual

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Puan Maharani Ikuti Peringatan Lahir Pancasila Secara Virtual

DOK DPR RI
Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di rumah dinasnya.

 

Pada Senin (1/6), Ketua DPR RI Puan Maharani mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada upacara itu, Puan bertugas membacakan naskah Pembukaan UUD 45. Kemudian Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila, sedangkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sebagai pembaca Doa. Semuanya sebagai bagian dari rangkaian upacara yang diikuti Presiden Joko Widodo dan seluruh pimpinan Lembaga Negara.  
 
''75 tahun yang lalu  tepatnya tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Di dalam pidatonya tersebut, Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara kita Indonesia. Itu mengapa tanggal 1 Juni dinyatakan sebagai Hari Lahir Pancasila,'' kata Puan dalam sambutannya.

Lebih lanjut Puan mengatakan bahwa Bung Karno, di dalam pidato-nya tanggal 1 Juni 1945, menjelaskan bahwa intisari dari Pancasila adalah gotong royong.

''Gotong royong dijelaskan Soekarno sebagai, suatu paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama,'' ungkap Puan.

''Amal semua buat kepentingan bersam, keringat bersama buat kebahagiaan bersama. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama, itulah gotong royong. Gotong royong adalah jiwa bangsa Indonesia, jiwa persaudaraan, jiwa kekeluargaan, jiwa kerja bersama,'' lebih lanjut kata Puan.

Saat ini, kata Puan lagi, Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada aspek kesehatan dan juga telah melumpuhkan seluruh aktivitas masyaraka, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, bahkan kegiatan bersama keagamaan.

''Penanggulangan Pandemi Covid-19 membutuhkan kerja bersama, gotong royong, dari semua komponen bangsa. Baik itu Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat,'' saran Puan.

Dalam sambutannya, Puan melihat jiwa gotong-royong rakyat Indonesia yang terlihat di beberapa daerah. ''Alhamdulillah, dalam menghadapi Pandemi Covid-19, saya melihat jiwa gotong royong yang terpancar di tengah rakyat Indonesia. Seperti yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat. Ada satu daerah yang antar tetangganya rukun membantu menyediakan makanan untuk salah satu warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan positif terjangkit korona,'' kisah Puan.

Kemudian dia menyinggung jiwa gotong royong warga Sragen. ''Lalu ada di Desa Jambanan, Sragen. Saya melihat beritanya ketika salah satu warga desa pulang ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari Virus korona, para warga desa menyambutnya dengan meriah. Sudah seperti acara syukuran.''

Di daerah pemilihan Puan yang meliputi Solo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, tambah Puan, juga banyak terjadi antar warga saling membantu bersama-sama menghadapi dampak sosial ekonomi dari Pandemi Covid-19.

''Memang, untuk melawan Covid-19, kita jangan hanya terpaku pada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar. Tetapi yang Indonesia juga butuhkan saat ini adalah Gotong Royong Berskala Besar. Saya tekankan kembali, Indonesia saat ini butuh Gotong Royong Berskala Besar,'' ujar Puan. ''Sebagai bagian dari Gotong Royong Berskala Besar, kami di DPR-RI selama beberapa bulan terakhir memfokuskan tugas konstitusional kami dalam melawan Covid-19 melalui Fungsi Pengawasan, Fungsi Anggaran, dan Fungsi Legislasi DPR.''

Lebih dari 150 rapat DPR-RI pada masa persidangan periode 30 Maret 2020 hingga 12 Mei 2020, jelas Puan berkaitan dengan penanggulangan Covid-19 dan dampaknya. Ini sebagai bagian dari menjalankan fungsi pengawasan.

DPR-RI mengingatkan Pemerintah agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan The New Normal. Hal ini agar tidak memunculkan kebingungan baru di masyarakat. Diperlukan pra kondisi dan protokol yang dipahami bersama dengan masyarakat. Sebab rincian New Normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah tentu berbeda-beda. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok. Setkab

Program Prakerja Tunggu Revisi Perpres

👤Mir/Dhk/X-10 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:35 WIB
Rudy telah meminta mitra platform digital untuk menghentikan penjualan pelatihan dalam bentuk paket...
MI/Soleh

Tangkap Segera Djoko Tjandra

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:20 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tidak ada alasan apa pun untuk membiarkan buron kelas kakap terus...
Dok Kejagung

Kejagung Kembali Periksa Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:10 WIB
FH dijerat dengan Pasal 2 subsidair Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang 20 tahun 2001 tentang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya