Senin 01 Juni 2020, 12:49 WIB

Banjir Rob Kembali Rendam Pantura Jateng

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Rob Kembali Rendam Pantura Jateng

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Kendaraan bermotor menembus jalan raya pantura Demak KM 8 ruas Demak-Semarang yang terendam limpasan air laut ke daratan (rob) di Demak, J

 

BANJIR air laut pasang (Rob) kembali merendam beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang, Demak dan Jepara dengan ketinggian 20-100 cm. Banyak warga mulai mengungsi. Di Pekalongan, banjir rob melanda sejumlah wilayah termasuk Lapas Kelas II A Pekalongan dengan ketinggian antara 30 cm-60 cm. Sekitar 60 warga Slamaran Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan mengungsi ke musala.

"Rob merendam Lapas dengan ketifnggian air 10-30 cm. Ruang tahanan warga binaan aman dan tidak terendam air karena tempatnya cukup tinggi," jelas petugas, Senin (1/6).

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi banjir rob. Salah satunya adalah membangun tanggul pengaman di sepanjang pantai. Namun sejauh ini belum efektif dan baru pada tahap mengurangi karena proyek belum selesai 100%.

Banjir rob juga merendam sekitar sepuluh desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Demak yakni Sayung, Wedung dan Karangtengah dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Bahkan saat banjir rob meninggi merendam jalur pantura Semarang-Kudus di Sayung. Tidak terlihat aktivitas pengungsian, namun warga tetap bertahan di lokasi dengan membuat tanggul sederhana dengan papan dan bambu. 

"Sudah bertahun-tahun desa kami terendam banjir, bahkan sebagian warga pindah rumah ke desa lain," kata Zamroni, Kepala Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan meskipun tidak separah tahun-tahun sebelumnya hingga mengkibatkan dua desa hilang dari peta, namun banjir rob di Demak ini terhitung cukup parah bersamaan terjadinya pandemi korona.

Beberapa kawasan yang terendam rob seperti di Desa Sriwulan, Sidogemah, Bedono, Purwosari dan Sayung (Kecamaran Sayung) merendam ratusan rumah, jalan desa hingga lahan pertanian. Demikian juga di Kecamaran Karangtengah, Bonang dan Wedung.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada mediaindonesia.com mengatakan meskipun saat ini terjadi wabah covid-19, pemerintah tetap akan meneruskan proyek-proyek yang ada terutama penanggulangan banjir rob. Pemprov Jateng telah memulai langkah bahkan sebagian telah berfungsi seperti pembangunan polder, rumah pompa dan normalisasi sungai di Kota Semarang hingga banjir di wilayah timur sudah teratasi dengan cepat.

baca juga: Kota Malang Masuki Masa Transisi New Normal

Demikian di Pekalongan, pembangunan tanggul pantai diharapkan juga segera selesai hingga berfungsi sebagai penahan rob. Sedanhhkan di Demak, pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 km sekaligus berfungs sebagai tanggul.

"Jalan Tol itu nanti berada di atas tanggul di sepanjang pantai Sayung, Demak," tambahnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Pemkab Brebes Hentikan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

👤Supardji Rasban 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:52 WIB
Penghentian uji coba KBM sudah dilakukan salah satu sekolah yang menjadi percontohan yakni SMP Negeri 2...
MI/Widjajadi

Pedagang Terinfeksi Covid-19, Pasar Ampel Ditutup 3 Hari

👤Widjajadi 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:30 WIB
Pemerintah Kabupaten Boyolali memutuskan menutup Pasar Ampel selama tiga hari, mulai Rabu (15/7)- Jumat (17/7). Pasar ditutup karena ada...
Antara

Unhas Sudah Prediksi sejak 2017 Banjir di Luwu Utara

👤Lina Herlina 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:25 WIB
BANJIR di Luwu Utara, yang menyebabkan korban jiwa, sudah diprediksi sejak 2017 oleh Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya