Senin 01 Juni 2020, 12:03 WIB

Sinopharm Target Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Antara | Internasional
Sinopharm Target Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19

medcom.id
ilustrasi vaksi virus korona baru

 

SINOPHARM atau China National Pharmaceutical Group berusaha meningkatkan kapasitas produksi karena telah menargetkan produksi 200 juta dosis vaksin covid-19 per tahun.

Komisi Administrasi dan Supervisi Badan Usaha Milik Negara Tiongkok (ASAC) mengatakan target tersebut diperuntukkan agar masyarakat mudah mengakses vaksin.

Dua vaksin eksperimental yang dikembangkan perusahaan milik negara tersebut menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, baik dari sisi kemanjuran maupun keselamatan.

Dua vaksin inaktif telah memasuki tahap kedua uji klinis. Salah satunya telah disuntikkan kepada 2.000 orang relawan. Vaksin tersebut buatan Wuhan Institute of Biological Products di Wuhan, Provinsi Hubei dan Beijing Institute of Biological Products.

"Data klinis menunjukkan keamanan dan kemanjuran yang sudah terverifikasi. Tingkat keparahan dan reaksi merugikan yang diamati dari penerima suntikan jauh lebih rendah daripada vaksin penyakit lain yang telah mendapatkan persetujuan untuk dipasarkan," ujar ASAC.

Untuk bisa menyelesaikan uji klinis tahap ketiga dan mendapatkan persetujuan penggunaan publik akan memakan waktu lebih lama.

"Paling cepat baru bisa selesai pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," imbuh ASAC.

Baca juga: Tidak Lama Lagi, Rusia Uji Klinis Vaksin Covid-19

Beijing Institute of Biological Products juga telah merampungkan konstruksi berbagai fasilitas yang dirancang untuk memproduksi vaksin inaktif covid-19 secara massal dan telah lolos penilaian pendahuluan ketahanan hayati.

Dalam unggahannya, lembaga tersebut menargetkan kapasitas produksi sebanyakk 100-120 juta dosis vaksin per tahun. Sementara beberapa fasilitas baru di Wuhan Institute of Biological Products telah selesai pembangunannya pada akhir Mei agar bisa memproduksi sesuai target.

Pimpinan Sinopharm Liu Jingzhen mengatakan bahwa perusahaannya sedang fokus pada jenis vaksin yang matang dan terkendali secara teknis agar bisa membasmi virus mematikan yang telah menjelma sebagai pandemi global itu.

Potensi diproduksi dalam skala besar agar dapat diakses secara luas juga telah diperhitungkan dengan cermat.

Zhong Nanshan yang dikenal sebagai epidemiolog dan pakar penyakit menular pernapasan di Tiongkok mengatakan Tiongkok menjadi salah satu negara yang sedang mengembangkan vaksin covid-19 di tengah virus tersebut sedang berjangkit secara global.

Menurut dia, lima vaksin nasional telah memasuki tahap kedua uji klinis. Walau begitu, Prof Zhong mengingatkan menciptakan vaksin yang efektif harus melalui proses panjang yang mempersyaratkan perhitungan dan perbandingan serta seleksi yang ketat dan memakan waktu.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

CDC AS Perbarui Pedoman Penularan Covid-19 di Udara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:39 WIB
CDC saat ini memperbarui rekomendasi mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara (virus yang menyebabkan covid-19). Setelah proses ini...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di AS Mendekati 200.000 Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:36 WIB
Lebih dari 70% kematian di AS terjadi di antara orang-orang yang berusia di atas 65...
AFP/Oli SCARFF

Inggris akan Tutup Tempat Hiburan Malam Lebih Awal

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 22 September 2020, 14:16 WIB
Kepala petugas medis Chris Whitty mengatakan tingkat infeksi meniru kebangkitan kuat yang terjadi di Prancis dan Spanyol, sekitar dua kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya