Senin 01 Juni 2020, 10:43 WIB

Terdampak Tol Bocimi, Ratusan Makam di Sukabumi Direlokasi

Benny Bastiandy | Nusantara
Terdampak Tol Bocimi, Ratusan Makam di Sukabumi Direlokasi

MI/ BARY FATAHILAH
Suasana area proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi 2 di Desa Benda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

TEMPAT pemakaman umum di Kampung Ciambar Kolot, Desa/Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak pembebasan lahan pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi II. Akibatnya, ratusan makam di TPU tersebut harus dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Kepala Desa Ciambar, Suparkah, mengatakan  sedikitnya 970 makam yang terpaksa harus direlokasi karena lahannya terdampak pembebasan pembangunan tol Bocimi. Lokasi tempat makam baru masih berada di Kampung Ciambar Kolot atau hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat pemakaman semula.

"Proses pemindahannya dengan membentuk panitia lokal dari kelompok masyarakat. Pihak keluarga dan pemerintahan desa hanya menyaksikan," kata Suparkah saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (1/6).

Proses pemindahan makam dilaksanakan sejak Sabtu (30/5). Hingga saat iniproses pemindahan masih berlangsung.

"Jadi, dibentuknya panitia dari kelompok masyarakat ini untuk mengakomodir biaya pemindahannya," tuturnya.

Pihak pengelola jalan tol, kata Suparkah, memberikan kompensasi biaya pemindahan sebesar Rp1,8 juta per makam. Biayanya sudah termasuk pembenahan makam di lahan yang baru.

"Biaya sebesar itu sudah berdasarkan penghitungan. Hal-hal teknis menyangkut pemindahan makam ini semua diurus panitia. Detail teknisnya ada pada panitia," ungkapnya.

Lahan baru yang digunakan sebagai tempat pemakaman umum sifatnya ruislag alias tukar guling. Sebelumnya pihak Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama pihak pengelola tol Bocimi sudah mengukur lahan tersebut.

"Sampai sekarang pemindahan makam masih berlangsung," pungkasnya.

Camat Ciambar, Pendi Ependi, menambahkan berdasarkan hasil laporan di lapangan, sejauh ini pelaksanaan relokasi makam berjalan lancar tanpa ada kendala. Secara teknis, Pendi pun kurang mengetahui persis detail pelaksanaannya karena prosesnya dilaksanakan panitia terdiri dari kelompok masyarakat.

"Sejauh ini dari laporan tidak ada masalah. Pelaksanaan pemindahan sejak beberapa hari lalu," ucap Pendi.

baca juga: Bupati Simalungun Tinjau Kesiapan Hotel Jelang New Normal

Pendi menuturkan lahan pemakaman baru sebagai tempat relokasi lebih luas. Pelaksana proses relokasi dilakukan kelompok masyarakat yang membentuk panitia.

"Untuk total makam yang direlokasi saya belum tahu pasti. Biaya pemindahan bersumber dari Kementerian PUPR melalui BPN," pungkasnya. (OL-3)


 

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Pemkab Sorong Bagikan Bansos Untuk Panti Asuhan Terdampak Korona

👤Martinus Solo 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:34 WIB
Adapun 10 panti asuhan di Kabupaten Sorong  yang menerima bantuan ini terdapat di Distrik Aimas, Mariat, Mayamuk, dan Distrik...
MI/Apul Iskandar

Kota Tebingtinggi Giatkan Rapid Test Untuk Santri dan Pedagang

👤Apul Iskandar 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:28 WIB
Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan yang ikut menghadiri acara rapid test massal mengatakan bahwa tujuan rapid test ini untuk...
MI/Rudi Agung

KPU Balikpapan Antisipasi Data Pemilih Bodong

👤Rudi Agung 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:21 WIB
Ketua KPU Balikpapan mengingatkan dalam pemilihan umum kerap kali data nama-nama pemilih yang tercatat tak sesuai dengan kenyataan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya