Minggu 31 Mei 2020, 19:56 WIB

Protes Kematian George Meluas, Minneapolis Berlakukan Jam Malam

mediaindonesia.com | Internasional
Protes Kematian George Meluas, Minneapolis Berlakukan Jam Malam

AFP
Demonstran berkumpul untuk memperjuangkan kasus kematian George Floyd di Minneapolis.

 

PEMERINTAH Kota Minneapolis, Amerika Serikat (AS), memberlakukan jam malam dan menutup sejumlah ruas pintu tol untuk membatasi pergerakan ribuan pengunjuk rasa.

Aksi protes dilatarbelakangi kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd, akibat disiksa anggota kepolisian setempat. Informasi itu diterima Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago, Minggu (31/5).

"Pemerintah Kota Minneapolis dan St. Paul telah menetapkan perpanjangan jam malam sampai dengan Minggu (31/5). Penerapan jam malam juga diikuti kota-kota lain, seperti Maple Grove, Robbinsondale, Edina, Brooklyn Park, Bloomington, Richfield, Roseville dan Anoka County," bunyi keterangan KJRI Chicago.

Baca juga: Aksi Protes Kasus George Berlanjut, WNI Diimbau Jauhi Kerumunan

Sementara itu, Departemen Transportasi negara bagian Minnesota yang menaungi Minneapolis turut mengumumkan penutupan lima ruas tol mulai pukul 19.00 waktu setempat. Penutupan bertujuan membatasi akses massa dari luar ke kota kembar, Minneapolis dan St. Paul.

Sejak Sabtu (30/5) lalu, Gubernur Minnesota, Tim Walz, mengerahkan 1.000 petugas keamanan tambahan untuk membantu 500 personel National Guard dan 200 anggota kepolisian negara bagian. Petugas bersiaga menjaga sejumlah kota yang dilanda gelombang protes.

"Menurut Gubernur Minnesota, pihaknya akan mengerahkan hingga 2.500 personel pengamanan tambahan atau tiga kali lipat kondisi normal. Minnesota National Guard menyiagakan 4.100 personel pada Sabtu malam, serta siap mengerahkan 10.800 anggota untuk memulihkan kondisi di Minneapolis dan sekitarnya," lanjut KJRI Chicago yang mengabarkan perkembangan terkini.

Baca juga: Polisi yang Tewaskan George Floyd Didakwa Pembunuhan

Berdasarkan keterangan Gubernur Walz, aparat berjumlah besar dikerahkan untuk menghadang massa yang turun ke jalan dalam aksi protes menentang rasisme. "Hingga Sabtu, Kepolisian Minnesota telah menahan lebih dari 70 pengunjuk rasa yang tertangkap tangan merusak dan melanggar ketentuan jam malam," jelas KJRI Chicago.

Di tengah aksi massa yang berujung ricuh, KJRI Chicago memastikan ribuan warga negara Indonesia (WNI) tetap aman. Setidaknya, ada 1.990 WNI yang tinggal di sembilan kota tempat berlangsungnya unjuk rasa. Sembilan kota itu berada di tujuh negara bagian daerah Midwest, yakni Minnesota, Indiana, Iowa, Ohio, Nebraska, Michigan dan North Dakota. Daerah tersebut merupakan wilayah kerja KJRI Chicago.

"Sampai dengan jam 12.00 malam pada Sabtu (30/5), WNI yang ada di sejumlah kota yang dilanda aksi protes, dalam keadaan baik dan aman,” tutup KJRI Chicago.(Ant/OL-11)

 

Baca Juga

THOMAS SAMSON / AFP

Museum Louvre Dibuka Kembali Senin setelah Merugi Rp653 Miliar

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 Juli 2020, 10:28 WIB
Museum Louvre Paris yang ditutup sejak Maret akibat wabah covid-19 akan dibuka kembali mulai Senin (6/7). Namun tidak seluruh bagian museum...
Pau BARRENA / AFP

Saat Liburan Musim Panas, Catalonia Lockdown 200.000 Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 Juli 2020, 08:40 WIB
Otoritas Catalonia melakukan penguncian kota di tengah liburan musim panas. Apalagi sudah banyak pelancong asing dari 12 negara di luar Uni...
Michele Spatari / AFP

Afrika Selatan Laporkan 10.000 Kasus Baru Korona Dalam 24 Jam

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 Juli 2020, 08:32 WIB
Otoritas kesehatan telah memprediksi lonjakan kasus setelah secara bertahap melonggarkan lockdown ketat yang diberlakukan pada 27...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya