Minggu 31 Mei 2020, 13:55 WIB

Aksi Protes Kasus George Berlanjut, WNI Diimbau Jauhi Kerumunan

Nur Aivanni | Internasional
Aksi Protes Kasus George Berlanjut, WNI Diimbau Jauhi Kerumunan

AFP/Adam DelGiudice
Demonstran berkumpul di pusat kota Miami, Florida, untuk memperjuangkan keadilan bagi George Floyd.

 

HURU-hara yang berawal dari protes rasisme di Minneapolis terkait kematian seorang Afro-Amerika di tangan kepolisian, juga terjadi di Atlanta, negara bagian Georgia.

Aksi unjuk rasa berujung bentrokan dan penjarahan terjadi pada Jumat (29/5) malam waktu setempat. Pengunjuk rasa melakukan aksi vandalisme dan serangan terhadap pusat kantor berita CNN di Atlanta.

Gubernur Georgia, Brian Kemp, mengumumkan keadaan darurat dan memberi wewenang kepada 500 anggota Garda Nasional untuk membantu penegakan hukum. Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, juga memberlakukan jam malam mulai Sabtu (30/5) malam hingga Minggu (31/5) pagi.

Baca juga: Kasus Pembunuhan George Floyd Picu Penjarahan dan Pembakaran

Sekitar 71 orang telah ditahan, 3 aparat keamanan terluka dan 20 kendaraan polisi dilaporkan rusak akibat aksi pengunjuk rasa. Terkait kondisi tersebut, KJRI Houston mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) untuk menghindari kerumunan.

"KJRI Houston telah mengeluarkan imbauan kepada WNI untuk menghindari kerumunan massa, terus memantau dan mematuhi peraturan yang ditetapkan aparat setempat," bunyi keterangan resmi KJRI Houston.

Wilayah kerja KJRI Houston meliputi 10 negara bagian, mulai dari New Mexico hingga Florida. "Saat ini, belum ada laporan WNI yang ikut atau terdampak aksi unjuk rasa di wilayah kerja KJRI Houston," lanjut keterangan tersebut.

Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan juga terjadi di Texas. Gubernur Texas, Greg Abbott, mengerahkan lebih dari 1.500 petugas kepolisian ke Austin, Dallas, Houston dan San Antonio. Langkah itu merespons aksi unjuk rasa yang berakhir kerusuhan di Houston dan Dallas.

Baca juga: Kepala Polisi Minneapolis Minta Maaf kepada Keluarga George Floyd

Di Houston, aksi unjuk rasa masih berlanjut pada Sabtu (30/5). Ratusan orang berkumpul di Third Ward, Houston. Kepala Kepolisian Houston, Art Acevedo, mengatakan 137 orang ditangkap dalam protes Jumat (29/5) malam, yang berujung kerusuhan. Menurut laporan, empat petugas menderita luka ringan dan delapan kendaraan polisi rusak.

Kondisi serupa terjadi di Austin, dengan ratusan pengunjuk rasa berdemonstrasi di pusat kota pada Jumat (29/5) malam. Petugas menangkap setidaknya sembilan orang. Pada Sabtu (30/5), ribuan pengunjuk rasa kembali berkumpul di luar markas besar Departemen Kepolisian Austin. Unjuk rasa berlanjut ke jalan raya dengan menghentikan lalu lintas.

Adapun di Dallas pada Jumat (29/5) malam, hampir seribu orang melakukan unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Dallas. Beberapa demonstran memecahkan jendela, menjarah pertokoan dan merusak mobil polisi. Pada Sabtu (30/5), aksi unjuk rasa masih berlanjut di pusat kota dengan jumlah massa kurang lebih 700 orang.(OL-11)

 

Baca Juga

Biju BORO / AFP

Sungai Brahmaputra Meluap, 77 Orang Tewas di Assam, India

👤Deri Dahuri 🕔Rabu 15 Juli 2020, 13:16 WIB
Negara tetangga India lainnya, Nepal, juga dilanda bencana banjir. Hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor telah menelan korban...
AFP/	OLIVIER DOULIERY

Berbeda dengan Trump, Biden Fokus pada Proposal Perubahan Iklim

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 15 Juli 2020, 13:00 WIB
Biden beralasan fokus pada perubahan iklim akan mendukung terciptanya lapangan pekerjaan besar-besaran di bawah...
STR / AFP

Banjir Besar Landa Wilayah Tiongkok, Lebih dari 140 Orang Tewas

👤Deri Dahuri 🕔Rabu 15 Juli 2020, 12:04 WIB
Banjir di Tiongkok kali ini disebutkan sebagai bencana banjir terburuk dalam lebih dari 30 tahun terakhir. Masyarakat di sejumlah Tiongkok...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya