Minggu 31 Mei 2020, 11:55 WIB

Ribuan Pekerja Pabrik Mobil Renault Protes PHK di Prancis

Deri Dahuri | Internasional
Ribuan Pekerja Pabrik Mobil Renault Protes PHK di Prancis

AFP/FRANCOIS LO PRESTI
Ribuan pekerja berunjuk rasa di luar pabrik Renault di Maubeuge, Prancis utara, Sabtu (30/5)

 

RIBUAN pekerja berunjuk rasa di luar pabrik Renault di Prancis utara, Sabtu (30/5), untuk memprotes keputusan pembuat mobil itu yang berencana untuk memangkas 15 ribu pekerja di seluruh dunia, termasuk 4.600 pekerja di Prancis.

Serikat pekerja Prancis mengatakan sekitar 8.000 orang mengambil bagian dalam protes di anak perusahaan di Maubeuge terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian strategi perusahaan Renault untuk menyelamatkan dari krisis keuangan yang terdampak pandemi virus korona.

Pabrik otomotif Renault telah melakukan PHK terhadap sekitar 2.100 pekerja sejak Jumat (29/5). Terkait rencana memangkas 15 ribu pekerja, Renault yang memproduksi mobil elektrik Kangoo akan memindahkan pabriknya dari Maubeuge di wilayah utara Prancis  ke Douai, Prancis yang jaraknya 70 kilometer.

"Ini (pemecatan) adalah bencana yang harus dialami. Kami ingin tetap di perusahaan di sini (Maubeuge)," Jerome Delvaux, seorang anggota serikat pekerja, mengatakan kepada AFP.

"Demonstrasi hari ini sangat penting, bahkan jika ini adalah langkah pertama, untuk menunjukkan kepada pemerintah dan Renault bahwa pekerja dan penduduk di daerah ini berkomitmen terhadap perusahaan ini dan bahwa kami memiliki dukungan," tambah Delvaux.

"Kami membutuhkan pekerjaan ini, kalau tidak seluruh wilayah yang akan terdampak," tambah Delvaux.

Renault menargetkan penghematan lebih dari dua miliar euro atau US$ 2,2 miliar selama tiga tahun. Renault juga akan lebih memfokuskan produksi mobil elektrik sebagai upaya membangkitkan daya saing di pasar otomotif yang terhuyung-huyung diterpa pandemi Covid-19 yang juga membuat jutaan orang menganggur seiring dengan penerapan lockdown.

Kondisi perusahaan Renault sudah oleng sebelum merebaknya pandemi virus korona yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Kondisi tak kondisi tersebut dipicu penangkapan mantan bos Renault Carlos Ghosn atas tuduhan pelanggaran keuangan pada tahun 2018. Skandal Ghosn telah menyebabkan keretakan dengan mitranya dai Jepang, Nissan dan Mitsubishi.

Pada Februari 2020, Renault juga mengalami kerugian pertamanya dalam satu dekade terakhir. Kondisi perusahaan Renault semakin menghadapai persoalan berat dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang memicu penurunan penjualan mobil hingga 76,3% di kawasan Eropa pada April 2020.

Untuk menyelamatkan perusahaan, pada Kamis (28/5), pihak Renault mengumumkan rencana pemangkasan jumlah pekerja. Sebanyak 4.600 dari 48 ribu pekerja Renault yang berada di Prancis dan 10 ribu di seluruh dunia atau 8% dari total pekerja akan di-PHK.   

Pihak Renault juga mengatakan empat pabrik di Prancis tak menutup kemungkinan ditutup. Bahkan pabrik besarnya di Flins, wilayah barat Paris, juga akan berhenti memproduksi mobil listrik Zoe tipe hatchback pada pada tahun 2024. (AFP/OL-09)

Baca Juga

medcom.id

Menlu Pakistan Positif Covid-19

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:48 WIB
Menlu Pakistan Qureshi mengarantina diri di rumah dan akan bekerja dari...
AFP/Sujit Jaiswal

Koreografer Bollywood Saroj Khan Meninggal Dunia

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:55 WIB
Saroj yang berusia 71 tahun ini meninggal akibat serangan...
AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya