Minggu 31 Mei 2020, 04:25 WIB

Edho Pratam/Edho Zell Menyediakan Warteg dan Makanan Gratis

BAGUS PRADANA | Weekend
Edho Pratam/Edho Zell Menyediakan Warteg dan Makanan Gratis

MI/SUMARYANTO BRONTO

SEBELUM dikenal sebagai sosok Youtuber, Edho Pratama atau yang biasa disapa Edho Zell ternyata merupakan pribadi pendiam dan tak banyak bergaul. Predikat anak cupu/culun pun selalu melekat pada dirinya ketika masih sekolah dulu. Ia bahkan sempat membeli buku berjudul How to Win Friends karya Dale Carnegie agar memudahkannya bergaul.

Meski pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1991, itu kerap tampil ceria di dalam setiap unggahan videonya, siapa sangka ternyata masa lalunya dipenuhi dengan laku perjalanan hidup yang cukup getir. Ia hanya dibesarkan oleh seorang ibu tunggal dan sejak kecil tak mengenal sosok ayah kandungnya.

Ketika sang ibu memutuskan menikah lagi dan memilih tinggal bersama sang suami baru di Papua, Edho memutuskan tetap tinggal di Jakarta dan berusaha bertahan hidup secara mandiri. Berbagai pekerjaan serabutan ia jalani guna menyambung hidup, dari menjadi penjaga warnet yang hanya dibayar Rp16 ribu per hari hingga menjadi penjual parfum keliling.

Namun, berkat kegigihannya berjuang menjalani hidup, perlahan nasibnya pun mulai membaik. Sebagai content creator yang punya jutaan pengikut, ia rutin menyuguhkan beragam konten video menarik di kanal Youtube miliknya, dari pembahasan kuliner hingga traveling. Ia secara konsisten telah mengunggah sekitar 807 video di kanal Youtube yang ia beri nama Edho Zell.

Sebagai Youtuber, Edho tak ingin profesinya sekadar menjadi mata pencahariannya semata. Dia ingin memanfaatkan posisinya saat ini untuk menyebar benih-benih kebaikan, salah satunya ialah dengan berbagi makanan gratis. Edho menggagas sebuah konsep berbagi yang cukup unik yang ia sebut sebagai warteg gratis. Semula ia menyulap mobil VW Kombi miliknya menjadi foodtruck warteg gratis yang ia operasikan di sekitar Jabodetabek setiap akhir pekan.

"Sudah dari 2019 yang lalu. Pertama kali di Tangerang, Serpong, dan Jakarta bareng anak-anak Indovidgram," ungkap Edho saat menjelaskan konsep warteg gratis yang diusungnya. Untuk sekali operasi, foodtruck warteg gratis gagasan Edho itu biasanya telah menyiapkan 200 porsi makanan yang akan langsung habis dalam jangka waktu dua jam saja. Adapun target utama dari gerakan ini, menurut penuturan Edho ialah anak anak panti asuhan, mahasiswa perantau, hingga warga umum yang memang membutuhkan.

Edho berharap aksinya ini dapat meringankan beban hidup dari orang-orang yang saat ini sedang berusaha medapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Saat ini warteg gratis telah memiliki tiga foodtruck yang rutin berkeliling setiap akhir pekan di kawasan Jabodetabek. Tak mainmain, Edho bahkan mengajak chef Arnold Poernomo yang merupakan salah satu juri MasterChef untuk menyediakan masakannya. Ia juga membuka franchise untuk mengajak anak-anak muda menjadi volunter dalam warteg gratisnya ini.

Rantang hati

Di masa pandemi covid-19 ini, Edho pun tak mau berpangku tangan. Ia mengajak masyarakat turut ambil bagian dalam sebuah gerakan ia sebut rantang hati, yaitu gerakan menyediakan makanan gratis bagi para pengemudi ojek daring.

Edho mengaku mendapatkan ide untuk menginisiasi gerakan ini setelah menyaksikan sebuah video yang beredar di Youtube yang berisi ungkapan perasaan seorang pengemudi ojek online terhadap kebijakan work from home (WFH) yang kala itu dianjurkan pemerintah. Dalam video tersebut, sang pengemudi ojek mengatakan dirinya tidak dapat mengikuti anjuran tersebut karena harus tetap berada di luar rumah untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Dari sini Edho kemudian terinspirasi menggagas gerakan rantang hati bekerja sama dengan Kitabisa.com untuk menyediakan makanan gratis bagi para pekerja nonformal seperti para pengemudi ojek online tersebut. (M-4)

Baca Juga

Unsplash/ Ryan Pouncy

Memakai Buff Sebagai Masker Malah Berbahaya

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 19:40 WIB
Banyaknya pori di kain buff bisa membuat partikel kuman terpecah menjadi partikel kecil dan bertahan lebih lama di...
Instagram @barbie

Pentingnya Mengajari Anak Keberagaman Sejak Dini

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 11:30 WIB
Anak-anak mulai mengerti tentang perbedaan fisik pada usia 3 tahun. Anak yang tidak diajarkan keberagaman, bahkan dapat memandang rendah...
Gramedia

Membaca Tanda Cinta Sapardi untuk Mboel

👤Abdillah Marzuqi 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 10:33 WIB
Buku puisi ini akan diedarkan mulai 17 Agustus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya