Sabtu 30 Mei 2020, 12:10 WIB

Ikatan Pesantren Indonesia Tunggu Protokol Kesehatan Normal Baru

Antara | Humaniora
Ikatan Pesantren Indonesia Tunggu Protokol Kesehatan Normal Baru

Ist/Dok.MI
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji untuk kembali membuka pesantren secara bertahap.

 

ORGANISASI Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) masih menunggu secara detail apa saja bentuk protokol kesehatan yang akan dikeluarkan pemerintah menyusul kebijakan normal baru sebelum menjalankan aktivitas belajar mengajar.

"Ini kan pemerintah yang punya wewenang, kami pesantren sifatnya menunggu," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat IPI KH Zaini Ahmad saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/5).

Protokol kesehatan tersebut penting sekali bagi setiap instansi, terutama di ranah pendidikan agar tidak ada kesalahan saat aktivitas belajar mengajar berjalan dalam situasi normal baru.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pemerintah sedang mengkaji untuk kembali membuka pesantren secara bertahap. Namun perlu kehati-hatian agar tak terjadi penularan virus korona (Covid-19) di lingkungan pesantren.

"Secara bertahap memang dimungkinkan untuk membuka kembali pesantren. Namun ini perlu kehati-hatian jangan sampai banyak santri di pesantren terjangkit Covid-19 usai dibuka kembali," ujar Fachrul saat menerima Satgas Covid-19 DPR RI di kantornya, Jakarta Pusat dalam pers rilis di laman resmi Kemenag, Kamis (28/5).

Fachrul mengatakan Presiden Jokowi memberikan arahan khusus terkait protokol kesehatan saat membuka pesantren itu agar tak terjadi penularan virus korona. Sementara pembukaan madrasah dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, secara umum IPI juga berharap aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan seperti biasanya. Sebab, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proses belajar dari rumah dinilainya tidak terlalu efektif dan maksimal.

"Ini mengkhawatirkan anak-anak yang sudah bisa mengasah ilmunya malah terpengaruh," kata KH Zaini Ahmad.

Oleh karena itu, ujar Zaini, bila penerapan normal baru yang akan diterapkan pemerintah bisa membantu menjalankan aktivitas belajar mengajar di pesantren, hal tersebut sangat didukung.

Sembari menunggu aturan yang lebih detail terkait normal baru, pembatasan jarak fisik akan tetap dilakukan di pesantren bila proses belajar mengajar sudah bisa dimulai.

Sebagai contoh kursi dan meja belajar yang biasanya diperuntukkan oleh dua santri, saat pemberlakuan normal baru akan digunakan oleh satu pelajar saja.

Selain itu, nantinya para santri di seluruh Tanah Air juga harus menggunakan masker selama berada pondok pesantren. "Kami Ikatan Pesantren Indonesia siap dengan adanya pemberlakuan normal baru untuk mendukung aktivitas belajar mengajar," kata Zaini. (Antara/OL-09)

 

Baca Juga

Ilustrasi/Medcom.id

Sinbiotik Kuatkan Imunitas dan Turunkan Risiko Alergi

👤Ifa/H-2 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:55 WIB
ALERGI yang terjadi pada awal kehidupan anak dapat meningkatkan risiko manifestasi alergi lain di masa depan atau dikenal dengan allergic...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Lomba Inovasi Daerah Jadi Sarana Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:49 WIB
Lomba Inovasi Daerah merupakan suatu sarana mengedukasi dan menyosialisasikan protokol kesehatan di berbagai sektor pada masa adaptasi...
DOK. MI/PIUS ERLANGGA

Menaklukkan Kanker dengan Cinta

👤Atalya Puspa/H-2 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:40 WIB
Lestari yang akrab disapa Rerie ini menyatakan dirinya tidak sengaja mengetahui dalam tubuhnya ada sel kanker yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya