Sabtu 30 Mei 2020, 09:47 WIB

Aksi Unjuk Rasa Atas Kematian Flyod Marak, Gedung Putih Ditutup

Deri Dahuri | Internasional
Aksi Unjuk Rasa Atas Kematian Flyod Marak, Gedung Putih Ditutup

AFP
Para demonstran yang menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Flyod di depan Gedung Putih, Washington, AS.

 

GEDUNG Putih ditutup bersamaan dengan merebaknya aksi unjuk rasa terkait kekerasan polisi Amerika Serikat (AS) terhadap warga kulit hitam, George Floyd, di Washington, DC.

Pada pagi Jumat (30/5) waktu setempat atau hari ini (31/5) waktu Indonesia, para demonstran berkumpul di luar Gedung Putih yang menjadi Istana Kepresidenan AS. Mereka membawa poster dan spanduk mengecam tindakan polisi Derek Chauvin dan rekannya. Mereka menuntut keadilan atas kematian Flyod.

George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun yang tidak bersenjata yang meninggal setelah seorang polisi Minneapolis yang putih berlutut di lehernya. Kendati Floyd mengatakandirinya tak lagi bisa bernapas, Chauvin tak peduli dan terus menekan leher Flyod dengan dengkulnya hingga tak berdaya.

Insiden kekejaman polisi direkam dengan telepon selular dan tayangan aksi tak manusiawi menyebar luas ke seluruh dunia. Dalam rekaman video menunjukkan Floyed berulang kali mengerang dan megap-megap.

Flyod memohon pada Chauvin, "Tolong, aku tidak bisa bernapas." Setelah beberapa menit, Floyd pun tak lagi bisa berbicara dan terkulai. Atas tindakannya, Chauvin telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua.

"Chauvin berlutut di leher Floyd selama 8 menit dan 46 detik, dan otopsi menemukan dampak gabungan dari ia ditahan oleh polisi, kondisi kesehatan yang mendasari dan potensi minuman keras dalam sistemnya kemungkinan berkontribusi pada kematiannya," demikian laporan atas kematian Flyod.

Dengan didakwa pembunuhan tingkat ketiga dan kedua, jika terbukti, Chauvin akan dihukum penjara selama 25 tahun. (AFP/OL-09).

Baca Juga

AFP

Longsor Tewaskan Ratusan Pekerja Tambang

👤MI 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:45 WIB
TIM penolong kemarin menemukan lebih dari 100 mayat pekerja tambang batu giok yang terkubur lumpur akibat longsor di Myanmar sebelah...
AFP

Amerika Serikat Laporkan 52 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari

👤MI 🕔Jumat 03 Juli 2020, 01:15 WIB
PENAMBAHAN kasus harian kasus virus korona baru (covid-19) di Amerika Serikat (AS) menembus rekor pada Rabu (1/7) waktu...
AFP

Tiongkok Ancam Inggris jika Beri Kewarganegaraan Hong Kong

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 03 Juli 2020, 00:55 WIB
TIONGKOK  mengancam mengambil langkah-langkah yang sesuai setelah pemerintah Inggris akan menawarkan hak tinggal dan kewarganegaraan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya