Sabtu 30 Mei 2020, 08:27 WIB

Twitter Sembunyikan Cicitan Trump Terkait Kekerasan Minneapolis

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Twitter Sembunyikan Cicitan Trump Terkait Kekerasan Minneapolis

AFP/ Justin Sullivan/Getty Images
Twitter menandai cicitan Presiden AS Donald Trump karena melanggar aturan media sosial itu.

 

TWITTER menyembunyikan cicitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dari profilnya dan mengatakan komentar yang dibuatnya melanggar aturan tentang mengobarkan kekerasan.

Langkah itu dilakukan juga berjam-jam kemudian ketika akun resmi Gedung Putih mencuit salinan kata-kata presiden.

Alih-alih dihapus, kedua cicitan itu masih dapat dilihat ketika mengklik peringatan yang tertera.

Twitter beralasan dengan pertimbangan kepentingan publik cicitan Trump itu dapat tetap diakses.

"Cicitan ini melanggar aturan Twitter karena mengobarkan kekerasan. Namun, Twitter telah menentukan mungkin karena kepentingan publik cicitan itu tetap dapat diakses," kata Twitter dalam pemberitahuan resmi mereka.

Baca juga: Polisi yang Tewaskan George Floyd Didakwa Pembunuhan

Bagaimana bunyi cuitan Trump yang dipersoalkan?

"Berandal-berandal ini tidak menghormati George Floyd dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Baru saja berbicara dengan Gubernur Tim Walz dan mengatakan kepadanya bahwa militer mendukungnya setiap saat. Setiap kesulitan dan kita akan mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan terjadi, penembakan dimulai. Terima kasih!" kata Trump sebelum ditandai Twitter, seperti dilansir CNN.

Trump mencicit tentang Kota Minneapolis, yang telah didera aksi protes tiga malam berturut-turut setelah kematian seorang pria kulit hitam oleh polisi.

Ini adalah putaran terbaru dalam pertikaian yang semakin meningkat antara Twitter dan Gedung Putih.

Presiden AS menjadi salah satu dari sejumlah pemimpin dunia lainnya yang cicitannya disensor.

Pada Februari 2019, Twitter menghapus sebuah cicitan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei karena bernada mengancam penulis Salman Rushdie.

Juga tahun lalu, beberapa akun yang terkait dengan Presiden Kuba Raul Castro dan anggota pemerintahannya ditangguhkan dengan alasan pelanggaran kebijakan.

Kebijakan Twitter yang menambahkan peringatan, alih-alih menghapus, cicitan yang melanggar aturan ketika menyangkut figur publik utama diumumkan pada pertengahan 2019.

Tetapi perusahaan raksasa media sosial itu tidak pernah menerapkannya pada Trump--atau menghapus cicitan-cicitannya sebelumnya.

"Ini adalah hal paling berani dan paling berisiko yang pernah saya lihat yang Twitter--atau raksasa media sosial--lakukan," kata Carl Miller, dari Centre for the Analysis of Social Media yang berbasis di Inggris. (BBC/OL-1)

Baca Juga

Dok. Istimewa

Pelanggaran HAM Uighur AS Sanksi Pejabat Senior Tiongkok

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:25 WIB
AMERIKA Serikat (AS) telah mengumumkan sanksi terhadap politisi Tiongkok yang disebut bertanggung jawab atas pelanggaran...
AFP

UNESCO Tinjau Perubahan Status Museum Hagia Sophia

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:05 WIB
SETIAP perubahan status Museum Hagia Sophia di Istanbul, yang berdiri sejak abad ke-6, juga harus diberitahukan kepada...
AFP

Warga Yunani Protes RUU Kontroversial

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 03:50 WIB
KEKERASAN kemarin pecah di Athena, ibu kota Yunani, selama aksi demonstrasi massa yang menentang rancangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya