Sabtu 30 Mei 2020, 09:30 WIB

Kasus Covid-19 di Kalsel Diprediksi Tembus 1.000 pada Awal Juni

Denny Susanto | Nusantara
Kasus Covid-19 di Kalsel Diprediksi Tembus 1.000 pada Awal Juni

ANTARA/Bayu Pratama S
Petugas KKP kelas II Banjarmasin mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

 

JUMLAH kasus positif covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus bertambah dan diperkirakan awal Juni akan menembus angka 1.000 kasus. Saat ini, jumlah warga yang positif terpapar virus korona sudah sebanyak 893 kasus.

"Saat ini sudah ada 893 kasus positif virus korona di Kalsel dan kita perkiraan akan terus bertambah menjadi lebih 1.000 kasus pada awal Juni nanti," ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim, Sabtu (30/5).

Peningkatan jumlah kasus positif virus korona di Kalsel ini tidak lepas dari gencarnya kegiatan penelusuran terduga warga yang terpapar virus korona (tracking dan tracing) di lapangan.

Baca juga: Satu Karyawan Positif Covid-19, Toserba di Ciamis Ditutup

Hingga Sabtu (30/5) pagi, tercatat jumlah kasus positif virus korona di Kalsel sudah mencapai 893 kasus atau bertambah 74 kasus dibanding hari sebelumnya.

Jumlah pasien yang berhasil sembuh sudah 82 orang dan 74 orang meninggal dunia.

Ada 737 orang kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan serta karantina khusus. Kemudian ada 177 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan 840 orang dalam pemantauan (ODP).

Banjarmasin menjadi penyumbang kasus positif virus korona terbanyak mencapai 404 kasus atau hampir separuh dari total kasus positif virus korona di Kalsel, disusul Kabupaten Tanah Bumbu 123 kasus, Kabupaten Banjar 108 kasus, dan Kabupaten Barito Kuala 79.

Pada bagian lain, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie, mengatakan agar upaya penanganan penyebaran virus korona lebih masif dan maksimal di lapangan
perlu didukung anggaran yang mencukupi.

"Pemprov Kalsel akan menambah anggaran penanganan virus korona hingga Rp700 miliar. Anggaran ini juga akan ditambah lagi dengan anggaran kabupaten/kota," tutur Abdul Haris yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel ini.

Jika 13 kabupaten/kota di Kalsel masing-masing meningkatkan anggaran menjadi Rp100 miliar, total anggaran penanganan virus korona akan menjadi Rp2 triliun.

Menurut Abdul Haris, pihaknya optimis mampu mengatasi pandemi virus korona hingga tiga bulan ke depan.

"Target kita, pada Agustus nanti, pandemi virus korona sudah dapat dikendalikan dan Kalsel siap menjalankan kebijakan new normal," ujarnya.

Saat ini, anggaran penanganan virus korona yang sudah ditetapkan provinsi dan 13 kabupaten/kota di Kalsel adalah sebesar Rp414 miliar. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Mohammad Ayudha

Puluhan Tenaga Medis RSUD Moewardi Solo Reaktif Covid-19

👤Haryanto 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:40 WIB
Selain memperketat tracing kontak, RSUD Moewardi Solo juga mengurangi karyawan non medis sebanyak 50 persen serta mengurangi jumlah...
ANTARA

Pemkot Medan Perkuat Manajemen Aset Daerah

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:05 WIB
Hingga saat ini pun masih ada beberapa aset-aset Pemkot Medan yang sedang berperkara di pengadilan dan dikuasai oleh pihak...
ANTARA/Bayu Pratama S

70% Kasus Positif Korona di Kalsel Terjadi di Lima Kabupaten/Kota

👤Denny S 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Total kasus positif virus korona dari lima daerah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ini mencapai lebih 70 persen total kasus yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya