Sabtu 30 Mei 2020, 07:13 WIB

Jurnalis CNN Ditangkap Ketika Siaran Langsung di Minneapolis

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Jurnalis CNN Ditangkap Ketika Siaran Langsung di Minneapolis

CNN
Wartawan CNN Omar Jimenez ditangkap saat melaporkan langsung aksi demonstrasi di Minneapolis.

 

SEORANG reporter CNN di Amerika Serikat (AS) ditangkap ketika sedang meliput aksi protes di Minneapolis, Minnesota, atas kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang tidak bersenjata.

Omar Jimenez dibawa polisi dengan tangan terborgol saat ia melakukan laporan siaran langsung, Jumat (29/5) pagi. Kameramen dan produsernya juga ditahan, tampaknya karena mereka tidak pindah ketika diminta. Mereka kemudian dibebaskan tanpa tuntutan.

Gubernur Minnesota Tim Walz telah meminta maaf dan menggambarkan insiden itu sebagai kejadian yang ‘tidak dapat diterima’.

Baca juga: Kasus Pembunuhan George Floyd Picu Penjarahan dan Pembakaran

CNN mengatakan penangkapan itu melanggar konstitusi.

Jimenez berada di Minneapolis, melaporkan pada malam ketiga protes keras atas kematian Floyd. Pada Selasa (26/5), sebuah video muncul menunjukkan seorang petugas polisi berlutut di leher Floyd, meskipun dia mengatakan dia tidak bisa bernapas.

Jimenez melaporkan secara langsung tentang penangkapan yang terjadi di daerah tempat kantor polisi yang terbakar.

Setelah kru merekam penangkapan di kamera, petugas polisi mulai bergerak ke arah mereka dan memerintahkan mereka untuk pergi.

Dalam video itu, Jimenez mengidentifikasi dirinya sebagai jurnalis CNN dan terdengar mengatakan kepada para petugas, "Kita tidak bisa pindah ke tempat yang Anda inginkan. Kami sedang siaran langsung saat ini."

Seorang petugas berpakaian antihuru-hara kemudian berkata, "Anda ditahan,” dan membawanya pergi dalam keadaan terborgol.

CNN menyebut penangkapan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap Amandemen Pertama konstitusi AS. Amandemen Pertama melindungi kebebasan berbicara dan berserikat.

Minneapolis State Patrol mengonfirmasi penangkapan dan mengatakan mereka yang ditahan dibebaskan begitu mereka dikonfirmasi sebagai anggota media.

Namun, Gubernur Walz mengatakan dia mengambil tanggung jawab penuh atas insiden itu.

"Dalam situasi seperti ini, bahkan jika Anda sedang membersihkan suatu area, kita harus memastikan ada tempat yang aman bagi jurnalisme dalam menjalankan tugas pemberitaan. Ini menyangkut kepercayaan," ujarnya saat konferensi pers.

Dia menambahkan ‘sama sekali tidak ada alasan kejadian seperti ini untuk terjadi lagi. (BBC/OL-1)

Baca Juga

AFP

Beijing Siap Hadapi Ancaman Washington di Laut China Selatan

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:10 WIB
TIONGKOK menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki motif tersembunyi ketika mengirim dua kelompok kapal induk ke Laut China...
AFP

PM Baru Prancis Segera Rilis Kabinet

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 01:45 WIB
PERDANA Menteri Perancis yang baru, Jean Castex, akan segera mengumumkan pemerintahan baru hasil...
AFP

Australia Tutup Perbatasan Victoria

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 Juli 2020, 01:15 WIB
AUSTRALIA, kemarin, menutup perbatasan beberapa negara bagiannya untuk pertama kalinya dalam 100 tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya