Sabtu 30 Mei 2020, 06:02 WIB

Coronation Bayern Muenchen

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Coronation Bayern Muenchen

MI/Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

PANDEMI virus korona memang membuat dunia berada dalam kegelapan. Semua aktivitas terpaksa dihentikan karena penyebarannya berlangsung begitu cepat di seluruh dunia dan angka kematian yang diakibatkannya pun luar biasa.

Korona menjadi kata yang begitu ditakuti. Namun, bagi klub seperti Bayern Muenchen, kata itu justru ditunggu-tunggu. Mereka mengharapkan menerima coronation sebagai juara Bundesliga 2019/2020. Inilah prestasi besar yang mereka tunggu karena menjadi gelar kedelapan berturut-turut.

Bayern memang sudah 29 kali tercatat sebagai klub terbaik di Liga Jerman, tetapi belum pernah mereka meraih gelar sepanjang ini. Zaman Franz Beckenbauer masih bermain bersama Sepp Maier dan Gerd Mueller pun paling banyak tiga kali berturut-turut mereka menjadi juara. Demikian pula ketika Karl-Heinz Rummenigge masih aktif menjadi pemain.

Bagi pelatih Dieter-Hans Flick, ini merupakan hadiah yang luar biasa. Ia mampu membalikkan kondisi yang terpuruk menjadi sebuah kegemilangan. Hansi Flick, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara di tengah jalan, membawa FC Hollywood yang sempat terseok setapak demi setapak meraih kembali kebesarannya.

Der Klassiker yang terjadi Selasa malam lalu menjadi penentu keberhasilan Bayern untuk meraih kembali kejayaannya. Kemenangan 1-0 dari musuh besar, Borussia Dortmund, di Signal Iduna Park cukup untuk membawa klub asal Bavaria unggul tujuh poin bersih dari pesaing terdekatnya.

Dengan enam pertandingan yang tersisa, mustahil rasanya Bayern akan bisa terkenal. “Semua klub lain harus menerima kenyataan bahwa Bayern ialah juara Bundesliga musim ini,” kata palang pintu andalan Dortmund, Matt Hummels. “Sekarang tinggal mau atau tidak mau mereka menerima coronation.

Tidak berlebihan apabila pujian khusus diberikan kepada Hansi Flick. Ia kini disejajarkan dengan pelatih sekelas Jupp Heynckes dan Joseph Guardiola yang mampu memimpin Bayern pada saat kritis dan memberikan kebanggaan kepada klub.

Kematangan

Selasa malam lalu, Bayern menunjukkan kematangannya sebagai tim juara. Bertandang ke kandang musuh bebuyutan yang begitu bernafsu untuk membalas kekalahan 0-4 di putaran pertama, Bayern sama sekali tidak goyah. Mereka tetap bermain dengan tenang dan mengatur tempo permainan seperti yang menjadi ciri khas mereka.

Memang Dortmund sempat mengentak di awal pertandingan. Kesalahan Kiper Manuel Neuer sebagai kiper-libero membuat bola halauannya jatuh ke kaki penyerang sangat berbahaya Erling Braut Haaland. Neuer mencoba menutup kesalahannya dengan menutup gerakan penyerang asal Norwegia tersebut. Namun, Haaland secara cerdik mampu menendang bola melewati dua kaki kiper terbaik Jerman itu.

Beruntung palang pintu Jerome Boateng sudah menemukan kembali permainan terbaiknya. Ketika Neuer keluar dari kotak penalti untuk menghalau umpan terobosan Julian Brandt, ia memilih berlari ke mulut gawang dan menjadi pemain terakhir di sana. Pemain berdarah Ghana ini menjadi penyelamat ketika Neuer tidak berdaya untuk menahan tendangan Haaland.

Dortmund beberapa kali mencoba lagi menggebrak melalui kaki Thorgan Hazard, Raphael Guerreiro, Mahmoud Dahoud, Brandt, dan Haaland. Satu peluang emas yang didapat Haaland lagi-lagi dipatahkan Boateng dengan menjatuhkan badannya dan sedikit menggunakan siku kanannya untuk membelokkan bola yang diarahkan ke gawang.

Selebihnya, permainan praktis dikuasai oleh Bayern. Meski Thiago Alcantara harus absen, Joshua Kimmich mampu memainkan peran sebagai penyeimbang permainan. Ia bukan hanya disiplin dalam menjaga kedalaman, melainkan juga mampu menjadi penopang serangan.

Gol tunggal yang ia ciptakan dua menit menjelang istirahat merupakan buah dari kejelian Kimmich.

Saat tahu wallpass yang dilakukan Thomas Mueller dan Serge Gnabry dipotong Hummels, Kimmich segera menyambut bola muntah dengan sekali menggiring bola ke kanan dan melepaskan tendangan lob yang tidak mampu dihalau kiper Roman Burki.

Saat tertinggal satu gol, Dortmund mencoba membalas dengan memasukkan pemain terbaiknya. Mulai Jadon Sancho, Emre Can, Alex Witsel, dan Giovanni Reyna dimasukkan pelatih Lucien Favre untuk meningkatkan daya dobrak Dortmund. Namun, Bayern tidak goyah dan tetap konsisten dengan permainan mereka.

Hanya tiga pergantian yang dilakukan Hansi Flick untuk memasukkan Javi Martinez, Ivan Perisic, dan Lucas Hernandez. Kalau tendangan Robert Lewandowski tidak membentur mistar, Dortmund harus menelan kekalahan lebih menyakitkan lagi.

Ketika peluit panjang ditiup wasit, Kimmich pantas meluapkan emosi kegembiraan. Kemenangan itu seakan menjadi penentu bagi Bayern untuk bisa memperpanjang gelar. Sebuah prestasi yang tidak mudah untuk diulangi, apalagi melihat persaingan yang begitu ketat sejak awal musim kompetisi.

Suasana suram sebaliknya menghinggapi kubu Dortmund. Pelatih Favre dinilai tidak pantas memimpin klub kuninghitam meski kontraknya baru akan berakhir 2021 nanti. “Minggu depan saya akan bicara mengenai masa depan saya di Dortmund,” ujar Favre pendek.

Mantan kapten kesebelasan Jerman, Lothar Mattheus, menilai Favre tidak pantas dipertahankan apabila Dortmund ingin meraih juara. Ia menilai mantan pelatih Bayern, Niko Kovac, paling pantas menggantikan Favre.

Kuda hitam

Meski bayang-bayang juara semakin jelas, Bayern tetap harus waspada menjalani enam pertandingan tersisa, termasuk Sabtu malam ini
saat menjamu Fortuna Dusseldorf karena sang tamu berada di ujung tanduk untuk bisa terkena degradasi.

Pada Rabu lalu, Dusseldorf tampil luar biasa dan menjadi kuda hitam. Tidak tanggungtanggung mereka mampu menaklukkan klub besar Schalke dengan skor 2-1.

Dengan dua gol yang diciptakan dalam periode lima menit oleh Rouwen Hennings dan Kenan Karaman, Dusseldorf tinggal terpaut satu poin dengan Mainz untuk bisa terhindar dari degradasi.

Momentum itulah yang membuat Bayern harus berhati- hati. Meski Bayern belum terkalahkan sepanjang 2020, singa yang terluka ini bisa menjadi pembuyar rekor yang sudah diraih tim tuan rumah. Apalagi, malam ini mereka tetap belum bisa diperkuat Thiago dan Corentin Tolisso.

Kimmich lagi-lagi diharapkan menjadi andalan untuk menjadi jangkar. Dukungan dari Leon Goretzka dan Thomas Mueller menjadi kunci bagi Bayern untuk bisa mengendalikan permainan di lapangan tengah.

Satu yang kemungkinan akan dimanfaatkan Hansi Flick pada malam ini ialah mencoba memainkan Niklas Sule yang harus istirahat panjang karena cedera. Sule kemungkinan dipersiapkan sebagai pemain pengganti bagi Boateng menjelang akhir pertandingan. Boateng sedang menemukan permainan terbaik seperti ketika ikut membawa Jerman memenangi Piala Dunia 2014.

Dusseldorf sendiri mengharapkan kiper Florian Kastenmeier bisa kembali menampilkan permainan terbaik seperti saat memecundangi Schalke. Sementara itu, Karaman dan Hennings menjadi ujung tombak yang bisa mencuri gol dan menyelamatkan Dusseldorf dari ancaman
degradasi.

Bayern memang sangat ditakuti ketika tampil di Stadion Allianz. Dari 81 gol yang mereka ciptakan di musim ini, 43 dicetak saat tampil di kandang mereka. Ujung tombak Lewandowski sedang terus berupaya menambah pundi gol yang sudah 27 gol sampai sekarang ini. Namun, bola tetap saja bundar dan segala sesuatu bisa terjadi sebelum peluit panjang berakhir.

Baca Juga

AFP/Oli SCARFF

Guardiola: City Pantas Jadi Klub Top Eropa!

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:36 WIB
Guardiola menantang tim-tim elite untuk membuktikan diri di atas lapangan ketimbang bisik-bisik bergosip di antara mereka saja, karena...
AFP/Oli SCARFF

Klopp dan Mourinho Kritik Kemenangan City Atas UEFA

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:09 WIB
Kemenangan Manchester City itu membuktikan kerangka FFP yang saat ini berlaku tidaklah cukup untuk memastikan keadilan finansial di dunia...
AFP/Paul ELLIS

City Lolos dari Sanksi UEFA, Guardiola Senang

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:00 WIB
Menurut Guardiola, putusan CAS tersebut membuktikan bahwa City tidak pernah bersalah melanggar aturan kepatutan finansial (FFP) sebagaimana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya