Sabtu 30 Mei 2020, 05:47 WIB

Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

covid19.go.id/Riset MI-NRC
Perkembangan Kasus Covid-19 di Indonesia

 

SELAMA pandemi virus korona (covid-19), ada beberapa hal yang bisa dijadikan pola hidup dan kebiasaan baru untuk menurunkan penularan covid-19 sehingga masyarakat bisa produktif. Kebiasaan baru dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak aman dari orang lain, serta rajin mencuci tangan dengan sabun harus menjadi budaya yang mulai ditanamkan sejak sekarang.

“Inilah yang kita rumuskan bersama tentang bagaimana kenormalan baru (new normal). Artinya, kita harus hidup normal yang produktif, tentunya yang sekolah tetap bisa sekolah, kemudian yang bekerja tetap bisa bekerja, tetapi mempersyaratkan sesuatu yang mutlak bahwa kita aman dari covid-19,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus
Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, dalam situasi pandemi global yang terjadi saat ini, tentunya tidak bisa lagi berpikir secara sektoral, bertindak secara sendiri-sendiri, dan berpikir untuk kepentingan sendiri, tetapi kepentingan bersama dikerjakan secara serempak dan terus-menerus sehingga menjadi sesuatu yang penting untuk dilaksanakan.

Lebih lanjut, Yurianto menyampaikan data terbaru pasien sembuh dari covid-19 bertambah lagi 252 orang sehingga total pasien sembuh menjadi 6.492. Kasus meninggal menjadi 1.520 dengan penambahan 24 orang, sedangkan yang terkonfirmasi positif covid-19 sampai kemarin siang didapatkan 678 orang sehingga total menjadi 25.216 orang

“Akumulasi data kasus itu diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 300.545 yang dilakukan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) di 91 laboratorium, test cepat melokuler (TCM) di 53 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 173 lab. Secara keseluruhan, 205.165 orang telah diperiksa dan hasilnya 25.216 positif (kumulatif) dan 179.949 negatif (kumulatif),” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, ada delapan wilayah yang tidak melaporkan penambahan kasus positif, seperti Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

Ada juga provinsi yang hanya melaporkan adanya penambahan sebanyak satu hingga tiga, seperti Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Bengkulu, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Rujukan monitoring covid-19

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Subandi Sardjoko, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan dashboard yang berfungsi untuk monitoring dan mengevaluasi pergerakan covid-19.

“Nantinya, data yang ada pada dashboard itu menggunakan data yang dikoordinasikan tim Bersama Lawan Covid-19 (BLC) dari Gugus Tugas Covid-19,” ujarnya melalui virtual conference.

Menurutnya, Menteri PPN/Bappenas sudah mengumpulkan seluruh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), baik tingkat provinsi maupun kota. Para pemimpin ini diminta untuk menyiapkan data harian yang disampaikan kepada Tim BLC sebagai syarat agar analisis yang dilakukan kredibel.

Pihaknya pun kembali mengingatkan, dalam melawan pandemi covid-19 ini harus berdasarkan komando satu pintu. Artinya, kebijakan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Adanya dashboard yang diawasi Bappenas akan memantau seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Universitas Indonesia (UI) Agustin Kusumayati mengatakan akademisi dan kesehatan akan terus berupaya untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan riset untuk peningkatan fasilitas kesehatan. (Hld/X-7)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Belajar Strategi Penanganan Pandemi Dari Masa Lalu

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:33 WIB
Pada 2005, tercatat ada sekitar 200 kasus penularan flu burung yang menginfeksi manusia terjadi di Indonesia dan kurang dari 1.000 kasus di...
Medcom.id

Penularan Lewat Udara masih Terus Diteliti

👤Fer/Hym/Ant/X-7 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:56 WIB
Jika orang-orang menggunakan masker dan menjaga jarak, potensi aktivitas transmisi virus akan jauh lebih...
ANTARA

Flu Babi G4 belum Ditemukan di Indonesia

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 01:15 WIB
PEMERINTAH Indonesia menyatakan flu babi G4 EA H1N1 yang memicu wabah baru di Tiongkok belum ditemukan di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya