Sabtu 30 Mei 2020, 04:00 WIB

Kereta Cepat Diperpanjang Sampai Surabaya

DHIKA KUSUMA WINATA | Ekonomi
Kereta Cepat Diperpanjang Sampai Surabaya

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kereta api melintas di samping proyek pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan agar pengerjaan megaproyek jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung diperpanjang hingga Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keputusan pengintegrasian proyek tersebut diambil Presiden karena dianggap lebih ekonomis. Apalagi, pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah molor sekitar satu tahun sehingga terjadi pembengkakan biaya.

"Arahan Bapak Presiden, kereta cepat ini dilanjutkan, artinya perencanaannya dari Jakarta-Bandung, dilanjutkan Bandung-Surabaya, sehingga tentu nanti akan ditindaklanjuti," kata Airlangga. Hal itu disampaikan Airlangga seusai mengikuti rapat terbatas tentang evaluasi proyek strategis nasional untuk pemulihan ekonomi nasional dampak covid-19 yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin.

"Pengerjaan proyek kereta cepat juga terjadi budget overrun dan ada keterlambatan selama satu tahun. Arahan Presiden, agar lebih ekonomis, didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tetapi terus sampai Surabaya," imbuh Airlangga.

Proyek jalur kereta Bandung-Surabaya sejauh ini masih dalam tahap studi. Di proyek kereta semicepat itu, pemerintah menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA). Dengan penggabungan dua proyek yang masing-masing di garap konsorsium dari Tiongkok dan Jepang itu, Kementerian BUMN selanjutnya ditugaskan Presiden untuk menghitung nilai proyek yang ekonomis.

"Disulkan agar konsorsium bisa ditambah dari Jepang. Oleh Menteri BUMN (Erick Thohir) akan dikaji, baik itu mengenai anggota konsorsium maupun rutenya dan total proyeknya," kata mantan Menteri Perindustrian itu.

Saat ini, pengerjaan proyek kereta cepat ialah rute Jakarta-Bandung dengan kontraktor pelaksana PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Konsorsium itu terdiri atas PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway Corporation. Kereta api berkecepatan tinggi itu ditargetkan dapat memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung, dari sebelumnya sekitar 3 jam menjadi 40 menit dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Panjang rute yang dilewati ialah 142,3 kilometer. Rampung di 2022

Di kesempatan terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung tetap sesuai jadwal. "Deadline kereta cepat Jakarta-Bandung pada September 2022 harus jadi sebagai target. Hal ini pemerintah concern," ucapnya dalam sebuah diskusi daring, kemarin.

Dalam diskusi itu ia juga menyampaikan bahwa sejumlah negara masih berminat untuk menempatkan investasi di Indonesia. "Kita tahu banyak opportunity untuk alokasi manufacturing. Sudah ada statement dari pemerintahan Jepang, Amerika Serikat. Dalam ratas dengan Presiden tadi, Menteri Luar Negeri, saya, Kepala BKPM, dan menko harus lebih agresif bisa bawa mereka ke Indonesia," paparnya.

Ia mengatakan, dengan stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah, diharapkan pada kuartal ketiga dan keempat 2020 perekonomian Indonesia kembali pulih setelah pada kuartal sebelumnya mengalami tekanan. (Ant/E-2)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Banggar Minta 4 Juta Usaha Ultra Mikro Diperhatikan

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:55 WIB
Program insentif dunia usaha  dapat diarahkan untuk membantu modal kerja bagi sektor ultra mikro yang belum masuk dalam skema...
MI/PANCA SYURKANI

Menteri PUPR Laporkan Temuan BPK ke Komisi V DPR RI

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:33 WIB
Terdapat temuan BPK yang terbagi atas dua grup besar yakni sistem pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan...
MI/Ramdani

BI Disarankan Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:10 WIB
Pemotongan suku bunga menjadi relevan bila dilihat dari perkembangan terkini terkait skema burden sharing BI dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya