Sabtu 30 Mei 2020, 00:10 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 Berpotensi Terjadi di Jawa Barat

Bayu Anggoro | Nusantara
Lonjakan Kasus Covid-19 Berpotensi Terjadi di Jawa Barat

DOK MI
Ilustrasi

 

POTENSI kasus positif virus korona (Covid-19) di Jawa Barat dimungkinkan melonjak dalam satu bulan ke depan. Hal ini terjadi seiringakan semakin gencarnya pengetesan terhadap masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, saat ini pengetesan Covid-19 sudah dilakukan terhadap 150 ribu penduduk Jawa Barat, baik menggunakan rapid test maupun swab test. Dari jumlah tersebut, berdasarkan angka terakhir dari Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, Jumat (29/5)  pukul 18.30, terdapat 2.211 kasus positif, 49.387 ODP, 8.209 PDP dengan angka kematian sebanyak 142, dan sembuh 592.

Dalam satu bulan ke depan, jelas Emil, Pemprov Jabar akan menambah alat tes covid-19. Ini seiring dengan segera rampungnya pembuatan rapid tes dan mesin pendeteksi spesimen yang dibuat oleh sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat seperti Unpad.

Emil menargetkan sedikitnya terdapat 300 ribu warga Jawa Barat yang akan di tes Covid-19. Karena itu, kata dia, masifnya pengetesan ini  berpotensi meningkatkan jumlah kasus positif di wilayahnya.

"Jangan kaget ada angka-angka kurang baik. Jangan kaget nanti PSBB diketatkan lagi," ujar Emil.

Dia pun mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar tidak terlena dengan diberlakukannya pola hidup normal baru di 15 kabupaten/kota. "Jangan senang dulu. Perbatasan harus dijaga, disiplin harus tetap ditingkatkan," katanya.

Emil memastikan terdapat 15 kabupaten/kota di wilayahnya yang siap menjalani pola hidup normal baru (new normal) pada pandemi virus korona. Ke-15 daerah itu seperti Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Tasikmalaya, Kota Banjar, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Dengan berlakunya pola hidup normal baru yang akan dimulai pada 1 Juni mendatang, aktivitas masyarakat terutama menyangkut peribadatan, perekonomian, dan sebagian kecil pariwisata akan kembali diperbolehkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Kami menyebutnya adaptasi kebiasaan baru (AKB)," ucap Emil. (R-1)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

24 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Muba

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 11:15 WIB
Tercatat hingga Sabtu (11/7), terdapat 64 kasus positif covid-19 di...
MI/Dwi Apriani

Pemprov Sumsel Kembali Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:49 WIB
Sejak tahun lalu, saat ada ratusan mahasiswa yang turun ke lapangan untuk bantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Sumsel serta...
MI/Dwi Apriani

Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:30 WIB
Pemkab Musi Banyuasin memperbanyak Kampung Tangkal Covid-19 untuk memutus mata rantai covid-19 dan membantu ketahanan pangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya