Jumat 29 Mei 2020, 23:09 WIB

Link & Match dengan Industri, Kemendikbud Buka Prodi S-2 Terapan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Link & Match dengan Industri, Kemendikbud Buka Prodi S-2 Terapan

DOk. Pirbadi/Ardi Teristi Hardi
Dirjen Vokasi kemendikbud Wikan Sakarinto

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka program Pascasarjana (S-2) Terapan di sejumlah Politeknik Negeri. Program Studi Magister Terapan ini diterapkan dengan menggunakan model berbasis pada Rekayasa Teknologi Berbasis Penyelesaian Permasalahan atau Engineered Technology Based Problem Solving.

Hal ini dilakukan guna membangun “Link and Match” dengan kalangan dunia usaha dan dunia industri ( DUDI) lebih kuat lagi.

"Yang menurut Mendikbud diistilahkan 'pernikahan massal' antara dunia pendidikan dengan DUDI, " kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto pada peluncuran Prodi Magister Terapan S2 Akuntasi Politeknik Negeri Padang ( PNP) melalui telekonferensi di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut Wikan pihaknya terus mendorong prodi vokasi level pendidikan menengah (SMK), level undergraduate (D-1, D-2, D-3 dan Sarjana Terapan) sampai dengan level postgraduate (Magister/S-2 Terapan dan Doktor/S-3 Terapan).

Menurut Wikan ada empat pendidikan tinggi vokasi yang membuka Program Studi Magister Terapan pada tahun ini, yaitu Politeknik Negeri Padang dengan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi; Politeknik Negeri Lampung dengan Program Studi Ketahanan Pangan; Politeknik Negeri Medan dengan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi; dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dengan Program Studi Teknik Keselamatan dan Risiko.

Baca juga : PKS: Ajaran Baru, Sekolah Harus Aman Dulu dari Covid-19

"Termasuk Prodi Magister Terapan yang dibuka ini, juga sudah dipastikan ‘menikah’ dengan industri dan dunia kerja. Dan semakin seiring perjalanan waktu harus semakin dalam dan jauh," tutur Wikan yang pernah menjabat Dekan Vokasi Universitas Gadjah Mada itu.

Sehingga, lanjut dia, proses pembelajaran, kegiatan riset terapan, program pengabdian masyarakat, dukungan pembiayaan, sarana dan prasarana, beasiswa, pihak industri, serta calon pengguna lulusan sudah terlibat dari awal dimana peserta didik diterima menjadi mahasiswa hingga lulus dari kampus.

Dia menekankan S-2 Terapan mesti mampu menjawab tantangan zaman pascapandemi. Ada kesempatan sangat besar di waktu lulusan S-2 Terapan itu mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

"Jadi program ini memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengetahui permasalahan secara komprehensif serta menyiapkan tenaga kerja profesional yang dapat berkontribusi pada pengembangan industri di Indonesia," tandasnya.

Wikan memaparkan sejak tahun akademik 2013, Indonesia telah memiliki Program Magister (S-2) Terapan yang terus meningkat. Program ini menjadi alternatif pilihan studi untuk level pascasarjana. Hingga kini, terdapat 23 politeknik dan beberapa universitas serta institut di seluruh Indonesia yang sudah membuka program S2 Terapan.

"Keberadaan S-2 Terapan ini tujuannya untuk memberikan alternatif pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM profesional secara kompeten sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja , " ujarnya seraya menambahkan selain aspek teknis yang semakin dimatangkan aspek softskills dan kepemimpinan merupakan karakter keunggulan lulusan program ini.

Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP) Surfa Yondri mengatakan program ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35337/A5/HK/2020.

Baca juga : Masuki New Normal, Emil Belum Setuju KBM di Sekolah

Menurutnya, program S2 Terapan memberikan penekanan pada implementasi model pembelajaran yang diterapkan seperti, blended learning, project atau studi kasus yang bersifat problem solver, team teaching yang kolaboratif dengan menggunakan aplikatif tools dan dukungan kerjasama dari pemerintah, industri, serta peran pengajar.

Ketua Program Studi Akuntansi PNP Amy Fontanella menambahkan, porsi pembelajaran teori dan praktik Program MT-SIA PNP proporsional karena bercirikan pendidikan vokasi. Sebagai Program Magister Terapan, MT-SIA PNP memberikan bobot yang besar pada aspek praktik.

Ia menambahkan, sebagai lembaga pendidikan vokasi, PNP didukung oleh berbagai jenis industri dan instansi pemerintah, di antaranya PT. Semen Padang, PT. PLN (Persero), Pemerintah Daerah di Sumatera Barat, Kantor Akuntan Publik, BPK, BPKP, Dirjen Pajak, PT. Ultima Tekno Solusindo (Accurate Accounting Software), PT.Panin Sekuritas dan lainnya.

Adapun jadwal Penerimaan Mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021, menurut Fontanella, diawali dengan pendaftaran dari tanggal 18 Mei -31 Juli 2020.

Seleksi berkas dan wawancara akan dilakukan pada 1 -7 Agustus 2020. Pengumuman seleksi pada 10 Agustus 2020. Pendaftaran Ulang bagi calon mahasiswa dilakukan pada 11 -21 Agustus 2020, kemudian matrikulasi akan dilakukan pada 24 Agustus-19 September 2020.Dijadwalkan awal perkuliahan akan dimulai pada 21 September 2020. (OL-7)

Baca Juga

Antara

KPAI Serukan Percepatan Perlindungan Korban Eksploitasi Anak

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:33 WIB
Korban membutuhkan pendampingan baik selama proses hukum ini berlangsung dan perlindungan khusus ke depan sehingga konseling dan bimbingan...
Dok.Setpres

Presiden: Hati-hati Membuka Sarana Pendidikan

👤Andhika prasetyo 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:15 WIB
Pasalnya, sekolah dan kegiatan belajar mengajar lainnya dinilai sebagai sektor yang memiliki risiko tinggi dalam penularan covid-19 di...
medcom

Penularan Covid-19 Melalui Udara Pada Ruang Tertutup

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:11 WIB
Penelitian transmisi penularan covid-19 melalui udara sampai saat ini masih terus dikaji seiring dengan perkembangan pemahaman pada virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya