Jumat 29 Mei 2020, 21:13 WIB

Seperti Apa Hidup New Normal, Ini Caranya

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Seperti Apa Hidup New Normal, Ini Caranya

Antara
new normal

 

PEMERINTAH merumuskan tentang bagaimana kehidupan new normal agar tetap produktif dengan aturan-aturan serta skala prioritas berdasarkan norma baru.

"Inilah yang kemudian sekarang ini kita rumuskan bersama tentang bagaimana normal yang baru, tentang bagaimana kenormalan yang baru atau sering kita sebut sebagai new normal?’’ kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (29/5).

Artinya, papar Yuri, harus hidup normal, produk normal yang produktif, tentunya yang sekolah tetap bisa sekolah, kemudian yang bekerja tetap bisa bekerja namun mempersyaratkan sesuatu yang mutlak bahwa aman dari covid-19.

Dia menyebutkan, terdapat beberapa hal dijadikan sebuah pola hidup baru dan kebiasaan baru sehingga bisa produktif . Antara lain, menggunakan masker, menjaga jarak aman dari orang lain, serta rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, itu antara lain sebagai pola hidup baru.

"Di samping secara alami kita juga harus menjaga imunitas kita, dengan menyeimbangkan antara kebutuhan aktivitas dengan istirahat, antara kebutuhan energi yang dibutuhkan dengan nutrisi yang kita masukkan, harus seimbang, harus balance dan yang paling penting secara psychologist mempengaruhi faktor imunitas adalah perasaan yang selalu bergembira, selalu riang maka kecemasan, kepanikan dan kekhawatiran itu hanya memperkurus kondisi imunitas kita," urai Yuri.

Dia menambahkan, dalam situasi pandemi global yang terjadi saat ini, tentunya tidak bisa lagi berpikir secara sektoral, bertindak secara sendiri-sendiri dan berpikir untuk kepentingan sendiri, tetapi kepentingan bersama dikerjakan secara serempak, terus-menerus sehingga menjadi sesuatu yang penting untuk dilaksanakan.

Pihaknya juga sedang menunggu bagaimana perkembangan pembuatan vaksin yang dilaksanakan oleh para ahli di seluruh dunia, agar bisa memberikan kekebalan buatan untuk melawan covid-19.

Baca juga : Daerah Bersiap Hadapi New Normal

Kebiasaan baru itu, nantinya menjadi budaya yang harus mulai ditanamkan sejak sekarang dan membiasakan hal-hal yang bisa mengurangi resiko untuk tertular covid-19. Salah satunya adalah mengenakan masker menjadi penting karena penularan covid-19 dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui saluran pernapasan, ditularkan melalui droplet atau percikkan kecil dari seseorang yang sakit manakala dia bicara, batuk, dan bersin ke sekitarnya.

"Apabila kemudian tidak dihalangi oleh masker maka akan terhirup oleh orang lain, inilah yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya penularan kita tahu bahwa secara alam kalau bersin batuk pasti akan terjadi percikan atau semburan droplet ini bisa sampai dengan jarak 1 meter," terangnya.

Dia memastikan menjaga jarak sampai dengan 2 meter adalah sesuatu yang paling bijak, bukan hanya untuk kepentingan yang tidak sakit agar tidak tertular tetapi juga lebih penting lagi untuk yang sakit atau yang membawa virus ini namun tanpa gejala agar pada saat dia bersin, batuk dan bicara maka dropletnya tidak tersebar ke mana-mana.

"Inilah yang harus kita laksanakan bersama-sama, kalau kita menginginkan bisa terhindar, maka kita disiplin menjalankannya secara bersama-sama, sebagaimana pembelajaran di Provinsi Aceh juga bisa kita implementasikan di daerah kita masing-masing, ini harapan kami, bagaimana cara kita bersama-sama menanggulangi covid-19 ini, bisa lebih efektif dan kita bisa kembali melaksanakan aktivitas yang produktif untuk masa depan kita," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist/Kemendikbud

Guru Penggerak Menjadi Kunci Sukses Pendidikan Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 12:20 WIB
Program Guru Penggerak bertujuan untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Ganjar Nilai Masyarakat Butuh Program Kartu Prakerja

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 12:06 WIB
Hal itu karena adanya wabah virus korona terjadi banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai...
MI/Agus Utantoro

Mendes PDTT Terima Gelar Honoris Causa dari UNY

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 11:42 WIB
Penganugerahan gelar itu dilaksanakan dalam sebuah upacara akademik yang  dipimpin Rektor UNY Prof Sutrisna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya