Jumat 29 Mei 2020, 17:13 WIB

Mentan SYL Kunjungi Jagung NTT, Pastikan Stok Pangan Aman

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan SYL Kunjungi Jagung NTT, Pastikan Stok Pangan Aman

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul (di atas traktor di kiri) dan Gubernur NTT Victor Laiskodat menaiki traktor pembajak.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi jajaran Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan) mengunjungi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungannya ini untuk meninjau pertanaman jagung, melepas jagung hasil panen program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) sebanyak 3 kontainer yang disiapkan untuk dikirim ke Surabaya, dan sekaligus meninjau Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan penyerahan bantuan 40 unit handtraktor kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Desa Manusak, Kecamatan Kupang, Jumat (29/5/2020). Kunjungan ini dimaksudkan guna memastikan stok pangan di NTT khusus di tengah pandemi virus corona aman.

Mentan Syahrul mengatakan kunci daerah yang bisa maju itu bila kepala daerahnya mau ikut bergerak. Sebab kebijakan dan program pemerintah pusat yang dijalankan melalui Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal jika pemerintah daerah dapat mensinergikan dengan kebijakannya, salah satunya menghidupkan kelembagaan pertanian.

“Kita punya agenda cukup, kita punya riset cukup, selanjutnya manajemen agendanya harus main melalui kebijakan-kebijakan pemerintah, kelembagaan-kelembagaan masyarakat dihidupkan termasuk kelembagaan pertanian yang ada,” ujar Syahrul dalam acara kunjungan tersebut.

Baca Juga: Stok Pangan Aman sampai Agustus 2020

Syahrul menegaskan dalam melakukan usaha pertanian untuk mendapatkan hasil yang optimal yakni cuaca harus diperhitungkan. Dengan demikiam, water managemennya harus jalan.

"Dalam suasana pandemi virus korona ini, bisa jadi krisis ekonomi berlangsung, makan waktu lama dan tumpuan perdagangan yang bisa jalan yaitu pertanian. Itu yang harus selalu didorong terus jangan sampai berhenti," tegasnya.

Perlu diketahui, dalam kunjungan ini, Mentan Syahrul juga secara langsung melihat operasional TTIC yang baru dibentuk tahun 2019 dan operasional tahun 2020 ini. TTIC ini memdiasi produk-produk petani itu bisa laku dan memperpendek rantai pasar. TTIC ini juga bakal akan menjadi pusat informasi pertanian khususnya untuk produksi pertanian dan harga.

Di tempat yang sama, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan permasalahan yang ada di NTT adalah manajemen air. Pemerintah Provinsi NTT sudah merencanakan dengan baik, sehingga tahun depan seluruh sungai yang ada disiapkan untuk dibuatkan dam di samping sungai itu.

Baca Juga: Stok Pangan Aman Hingga Agustus, Kementan Turut Awasi Distribusi

"Dengan demikian, lahan-lahan yang kosong kami akan masuk dengan alat berat untuk membuat lahan yang baik agar kami bisa tanam pada musim kemarau nanti,” jelasnya.

"Kami bersyukur atas kehadiran Mentan Syahrul Yasin Limpo di situasi sulit begini. Sebab dapat memberikan energi dan semangat buat petani untuk mengerjakan seluruh potensi yang dimiliki," pintanya.

Lebih lanjut Viktor menuturkan manajemen air melalui pembuatan dam tersebut akan dijadikan sebagai pilot project sebuah transformasi budaya tanam NTT. Jika ini berhasil maka ini memberikan sebuah keyakinan energi positif untuk menatap masa depan.

"Saya selalu bilang tidak ada lahan tidur, yang tidur itu orangnya, kalau gubernur tidur, bupati tidur, kepala dinas tidur itu pasti lahannya tidur. Tapi kalau gubenurnya lompat kiri kanan, bupatinya lompat kiri kanan, kepala dinas juga, apalagi itu berarti semangat yang luar biasa,” tegasnya.

Baca Juga: Mentan SYL Pastikan Stok Pangan Aman

Kemudian, Viktor berharap nantinya seluruh suplay chain tidak datang dari luar supaya bisa memberikan nilai tambah. Sebab walaupun alam NTT itu indah tapi suplay chain-nya datang dari luar maka daerah itu akan tetap miskin.

"Karena itu kami berharap pertanian satu-satunya suplay chain yang dapat diandalkan untuk membangun pariwisata," tandasnya.

Perlu diketahui, dalam kunjungan ini, Mentan Syahrul bersama Gubernur NTT Viktor melakukan pencanangan tanam jagung di lahan seluas 10 hektare dengan memanfaatkan sumber air yang ada.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi yang juga hadir mengatakan bahwa Kementan tahun ini memberikan dukungan bantuan untuk provinsi NTT. Terkait tanaman pangan alokasi tahun ini bantuan benih padi 50 ribu hektare, bantuan benih jagung 42.500 hektare, kedelai 3.000 hektare, pengembangan pangan alternatif 2.840 hektare, ubi kayu 500 hektare, dan alsintan pascapanen 117 unit.

"Untuk pengembangan pangan alternatif, sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa mulai digalakkan kembali pengembangan pangan di luar beras seperti umbi-umbian, jagung dan tanaman serealia lain," tuturnya. “Terutama di NTT ini potensial untuk dikembangkan jagung dan sorgum, supaya bisa memperkaya pangan alternatif kita," sambung Suwandi. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Fanny Octavianus

Ekonomi Pulih, Investasi Reksadana Bakal Jadi Primadona

👤Despian Nurhiayat 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:35 WIB
Untuk investor dengan profil risiko agresif idealnya memiliki portofolio yang terdiri dari 60% reksadana saham, 25% reksadana pendapatan...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Pajak Jadi Tulang Punggung di Masa Krisis

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:00 WIB
Wajib pajak dapat mendukung usaha pemerintah mengatasi gejolak ekonomi melalui kontribusi pembayaran...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Temuan BPK Penting untuk Ditindaklanjuti

👤Mir/E-1 🕔Rabu 15 Juli 2020, 06:45 WIB
Hal ini penting dalam kaitannya dengan akuntabilitas sehingga tidak berhenti pada opini laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya