Jumat 29 Mei 2020, 16:55 WIB

Objek Wisata di Bandung Barat Tunggu Evaluasi PSBB

Depi Gunawan | Nusantara
Objek Wisata di Bandung Barat Tunggu Evaluasi PSBB

ANT/Agus Bebeng.
Pengunjung berwisata di kawasan Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

PEMKAB Bandung Barat belum bisa menentukan kapan objek wisata bisa kembali dibuka untuk umum. Kendati kebijakan new normal telah dikeluarkan dari pemerintah pusat.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pengusaha pariwisata, restoran dan hotel terkait rencana dibukanya objek wisata. Akan tetapi, rencana tersebut sangat tergantung dengan kebijakan Pemprov Jabar.

"Karena gubernur sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jadi saya harus komunikasikan dengan gubernur," kata Aa Umbara, Jumat (29/5).

Meski demikian, Aa Umbara menyebutkan, objek wisata dipastikan bakal diizinkan beroperasi pada Juni mendatang tetapi untuk tanggalnya belum bisa ditentukan. Demi keselamatan para pengunjung, sejumlah pengelola objek wisata juga sudah mengadakan persiapan terutama dalam hal protokol kesehatan.

"Wajib menerapkan protokol kesehatan dan semua pengelola sudah menyatakan sanggup. Seperti membatasi pengunjung, menerapkan social dan physical distancing. Karena jika ada pengunjung yang positif di salah satu obyek
wisata, terpaksa akan ditutup kembali," bebernya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung Barat, Sri Dustirawati menerangkan, seluruh pelaku usaha pariwisata wajib memperhatikan protokol kesehatan jika nantinya kunjungan wisata kembali dibuka seperti biasa.

"Kita sudah menyampaikan apa-apa yang harus disepakati bersama dalam pencegahan pandemi Covid-19. Tetapi untuk penentuan tanggalnya, kita tunggu keputusan bupati yang akan menghadap gubernur," ungkapnya.

Salah satu hal yang harus diperhatikan pengelola adalah jumlah pengunjung harus dibatasi maksimal hanya 30 persen dari luas kapasitas objek wisata. Supaya pengunjung tidak terlalu membludak, pengelola juga sebaiknya bekerjasama dengan pihak travel agar bisa melakukan reservasi online.

"Yang penting bukan kuantitas jumlah wisatawan, kita sepakat yang diperhatikan adalah kualitas. Kementerian Pariwisata sudah mengingatkan bahwa semua harus memperhatikan tingkat kesehatan, keselamatan dan keamanan pengunjung," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Persiapan New Normal Kota Bengkulu Gelar Rapid Test Massal

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

APD Petugas Pilkada Siap Didistribusikan

👤Denny Susanto 🕔Rabu 15 Juli 2020, 09:20 WIB
Ada 10 jenis APD dan alat kesehatan yang dibagikan kepada petugas KPUD Kalimantan Selatan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 sesuai protokol...
MI/Rudi Agung

Petahana Balikpapan Dapat Dukungan 4 Parpol

👤Rudi Agung 🕔Rabu 15 Juli 2020, 09:10 WIB
Setelah Partai Golkar dan PDIP mendukung pasangan tersebut, kini PKS dan Partai Demokrat juga memberikan dukungan untuk Rahmad Mas'ud...
MI/Martinus Solo

Pemkab Sorong Bagikan Bansos Untuk Panti Asuhan Terdampak Korona

👤Martinus Solo 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:34 WIB
Adapun 10 panti asuhan di Kabupaten Sorong  yang menerima bantuan ini terdapat di Distrik Aimas, Mariat, Mayamuk, dan Distrik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya