Jumat 29 Mei 2020, 13:10 WIB

Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

Bagus Pradana | Weekend
Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

A Jamieson
Penampakan spesies gurita langka di Palung Sunda.

IPenampakan spesies gurita langka penghuni laut dalam Samudra Hindia baru-baru ini berhasil ditangkap oleh kamera dari kapal selam dari tim ekspedisi lima samudra yang dihelat oleh seorang miliarder asal Amerika, Victor Vescovo. 

Satwa laut dalam tersebut menampakkan diri saat tim ekspedisi yang dipimpin oleh Dr Alan Jamieson dari Universitas Newcastle melakukan penyelaman di kedalaman 7.000 m seputaran Palung Jawa atau yang juga lazim disebut Palung Sunda.

Tim ekspedisi ini kemudian memaparkan hasil temuannya ini dalam jurnal Marine Biology. Mereka pun menjuluki spesies gurita laut dalam yang mereka temui ini dengan sebutan 'Dumbo'.

Sebutan tersebut diberikan Dr Alan Jamieson pada makhluk ini, karena ia merasa spesies gurita yang berhasil direkamnya ini mirip dengan tokoh gajah dalam kartun Disney tahun 1940-an, yang bernama 'Dumbo' karena memiliki kepala besar dan sirip yang mirip telinga di sisi samping kepalanya.

Dalam eksplorasi tersebut tim peneliti mengirimkan satu kamera khusus ke dasar laut yang disebut  'lander'. Mereka kemudian memcatat berbagai satwa yang ditemuinya, hingga pada kedalaman 5.760 m tim berhasil merekam pergerakan seekor spesies gurita 'Dumbo', dan kembali lagi mereka menemukan spesies yang sama di kedalaman 6.957 m. Masing-masing satwa ini memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu panjang, diperkirakan mencapai 43 cm dan 35 cm.

Para peneliti kemudian menempatkan gurita 'Dumbo' ini dalam keluarga spesies Grimpoteuthis.

Sebelum rekaman tentang spesies ini diperoleh, informasi mengenai spesies gurita 'Dumbo' yang dapat diandalkan oleh para peneliti hanya terbatas pada dokumentasi foto hitam putih yang telah berusia 50 tahun tentang spesies ini yang diambil di lepas pantai Karibia.

Penemuan spesies gurita Dumbo di Palung Jawa ini kemudian melahirkan berbagai spekulasi penjelasan dari para peneliti terkait adaptasi yang dilakukan oleh satwa ini untuk bertahan hidup dasar laut yang memiliki tekanan tinggi.

"Mereka harus melakukan sesuatu yang pintar di dalam sel mereka. Jika Anda membayangkan sebuah sel seperti balon - maka balon tersebut akan meletus di bawah tekanan laut yang tinggi. Jadi, pasti mereka melakukan beberapa reaksi biokimia cerdas untuk agar dapat bertahan di bawah tekanan," papar Dr Jamieson seperti dikutip dari bbc.com (29/5).

"Semua adaptasi yang anda butuhkan untuk hidup dengan tekanan rendah pasti ada di level seluler," lanjutnya.

Dr Jamieson berharap temuannya ini dapat membantu menjelaskan mengenai beberapa informasi tentang kehidupan  laut dalam yang masih simpang siur. (M-2)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Garda Terdepan Ciliwung

👤 (M-1) 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:35 WIB
JIKA tenaga medis disebut garda terdepan dalam perang melawan covid-19, pria ini pantas disebut garda terdepan...
Sumber: Statista/Ourworldindata/Global Carbon Project/The Guardian/Tim Riset MI-NRC

Penurunan Emisi CO2 selama Pandemi Korona

👤 Statista/Ourworldindata/Global Carbon Project/The Guardian/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:30 WIB
EMISI karbon dioksida (CO2) akibat penggunaan bahan bakar fosil sejak kali pertama tercatat hingga saat ini menunjukkan peningkatan yang...
MI/SUMARYANTO BRONTO

FIKHI Ikrimah Wati Bantu Penyintas Kanker

👤Bus/M-4) 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:25 WIB
FIKHI Ikrimah Wati yang akrab dipanggil Fikhi ialah seorang penyin tas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya