Jumat 29 Mei 2020, 09:20 WIB

KPK Buka Pengaduan Bansos Covid-19 lewat Jaga.id

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Buka Pengaduan Bansos Covid-19 lewat Jaga.id

Dok. KPK
Aplikasi jaga.id KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka layanan pengaduan masyarakat terkait dengan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah di masa pandemi covid-19 melalui aplikasi Jaga.id. KPK mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aduan jika menemukan dugaan penyimpangan dan penyelewengan bansos.

“Kita ingin masyarakat memasang telinga dan mata untuk menjaga bansos. Kalau ada keluhan terkait dengan bansos, pengirim aduan dirahasiakan. Jadi, (identitasnya) tidak akan diketahui. Pengaduan yang kami terima akan diteruskan ke pemda dan lembaga yang menangani bansos,” kata Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono dalam diskusi daring di Jakarta, kemarin.

KPK mengharapkan peran aktif masyarakat memantau, mengusulkan perbaikan, dan melaporkan penyimpangan. Melalui aplikasi Jaga.id, masyarakat bisa melaporkan keluhan terkait dengan bansos baik itu ketidaksesuaian penerima, isi paket, maupun jumlah yang diterima.

Melalui aplikasi Jaga.id, masyarakat juga bisa mengetahui berbagai informasi bansos covid-19, antara lain kriteria penerima bansos. Sebenarnya aplikasi itu sudah diluncurkan sejak 2016. Kanal pengaduan untuk bansos tersebut merupakan fitur baru yang dibuat KPK.

Selain sebagai kanal aduan bansos, portal informasi publik tersebut merupakan kanal aduan untuk pencegahan korupsi di sektor pelayanan publik lainnya seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, desa, dan perizinan. “Masyarakat juga bisa mengadukan keluhan lain di sektor pendidikan, kesehatan, dana desa, dan anggaran,” tegas Giri.

Dikatakannya, KPK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2020 pada 21 April 2020 tentang Penggunaan DTKS dan Data Non-DTKS dalam Pemberian Bantuan Sosial ke Masyarakat. Surat tersebut dapat menjadi rujukan awal pendataan hingga tingkat RT/RW.

Terkait dengan bansos, pada hari ketiga setelah Lebaran sebanyak 47.030 desa telah menerima bantuan langsung tunai dana desa. Kini, dana itu telah tersalur ke rekening kas desa 63.029 desa. Angka tersebut sudah memenuhi 84% dari 74.953 desa yang telah menerima transfer dana desa ke rekening tersebut. (Dhk/P-5)

Baca Juga

Medcom.id/Kautsar

NasDem Ajak Selandia Baru Perluas Kerja Sama

👤RO/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 06:04 WIB
Indonesia sudah memiliki program-progam dalam mengatasi dampak covid-19 seperti kartu prakerja, subsidi listrik oleh PLN, bantuan ekonomi...
MI/Susanto

Aktivis Desak Prioritaskan RUU PKS

👤Pro/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:55 WIB
Selama ini penyelesaian kasus kekerasan seksual umumnya dilakukan dengan berlandaskan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, KUHP...
ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

Setop Poles Citra dengan Dana Korona

👤Dhk/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:41 WIB
Firli mengatakan pihaknya kerap mendapat informasi soal kepala daerah petahana yang mendompleng bantuan sosial dari uang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya