Jumat 29 Mei 2020, 08:38 WIB

Dolar AS Tertekan Penguatan Euro

Antara | Ekonomi
Dolar AS Tertekan Penguatan Euro

ANTARA
Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika euro terus menguat.

 

DOLAR AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika euro terus menguat di topang harapan dana pemulihan virus korona 750 miliar euro (672 miliar pound) di tengah meningkatnya selera risiko yang mendorong investor memilih aset-aset berisiko.

Euro terakhir diperdagangkan 0,57% lebih tinggi terhadap greenback di 1,1066, sesi kenaikan ketiga berturut-turut. Mata uang tunggal telah menguat 1,6% selama tiga sesi terakhir.

Eksekutif Uni Eropa meluncurkan rencana pada Rabu (27/5) untuk mendukung ekonomi yang terpukul oleh pandemi, berharap untuk mengakhiri berbulan-bulan pertengkaran tentang bagaimana cara mendanai pemulihan.

Aksi harga euro terus didorong oleh sentimen risiko global, bahkan ketika para pelaku pasar tetap sangat skeptis bahwa proposal dana pemulihan Uni Eropa akan menavigasi birokrasi tanpa cedera, kata Simon Harvey, analis valas di Monex Eropa.

"Kami memperkirakan volatilitas euro/dolar AS akan tetap didukung dengan baik dalam beberapa bulan mendatang," kata Harvey.

Semalam alat ukur volatilitas tersirat naik mencapai tertinggi satu bulan di atas delapan persen, menunjukkan investor siap untuk langkah tak terduga dalam mata uang bersama.

"Rencana Komisi itu bagus, tetapi pertemuan para pemimpin pada 18-19 Juni akan menjadi kunci untuk menentukan apakah ada kemauan politik untuk bergerak maju dengannya," Nicola Mai, pemimpin analis riset kredit Eropa di PIMCO, mengatakan kepada Forum Pasar Global Reuters.

Baca juga: Harga Emas Naik Setelah Terkoreksi Tiga Hari Berurut-Turut

Dolar, yang biasanya menarik arus safe-haven di saat ketidakpastian ekonomi, menemukan sedikit dukungan pada Kamis (28/5) setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan 2,1 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 23 Mei, turun 323.000 dari minggu sebelumnya.

"Ini masih jumlah yang sangat besar, tetapi jika jumlah orang yang terus mengajukan tunjangan pengangguran menurun maka ini harus dilihat

sebagai positif bagi perekonomian," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,37% pada 98,546, terlemah dalam hampir dua bulan.

Pound pulih sebagian dari penurunan tajam sesi sebelumnya terhadap dolar setelah laporan Rabu (27/5) bahwa pembicaraan Brexit menemui jalan buntu. (A-2)

Baca Juga

ANTARA/Kornelis Kaha

Tumpang Tindih Aturan Perpajakan harus Ditiadakan

👤Widhoroso 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:57 WIB
Jangan sampai wajib pajak yang telah diberikan insentif justru memanfaatkan kemudahan ini untuk mengeruk keuntungan lebih banyak sehingga...
DOK pribadi

Pajak Merupakan Implementasi Riil Nilai Luhur Pancasila

👤Widhoroso 🕔Minggu 12 Juli 2020, 23:53 WIB
Negara harus menciptakan iklim yang kondusif agar warga negara yang memenuhi syarat untuk membayar pajak dapat melaksanakan kewajiban...
Ist/Bank BJB

Inisiatif Stimulus Kredit Bank BJB Dorong UMKM di Era New Normal

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 12 Juli 2020, 20:30 WIB
Dalam rangka mendorong UMKM agar tetap berdaya menghadapi situasi New Normal, Bank BJB memberikan dukungannya dengan memberikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya