Jumat 29 Mei 2020, 08:45 WIB

Qatar Bantah akan Tinggalkan Komisi Kerja Sama Teluk

Basuki Eka Purnama | Internasional
Qatar Bantah akan Tinggalkan Komisi Kerja Sama Teluk

AFP/ Bandar AL-JALOUD / Saudi Royal Palace
KTT GCC di Riyadh, Arab Saudi, Desember lalu.

 

QATAR, Kamis (28/5), membantah berencana meninggalkan Komisi Kerja Sama Teluk (GCC) menjelang peringatan tiga tahun isolasi yang dipimpin pentolan blok tersebut, Arab Saudi.

Namun, negara kaya minyak itu memperingatkan upaya yang dilakukan tiga dari enam anggota GCC itu untuk mengisolasi Doha secara ekonomi dan politik berarti warga di kawasan itu meragukan kinerja organisasi itu.

Rumor Qatar akan meninggalkan blok yang didirikan pada 1981 dan mermarkas di Riyadh itu muncul dalam beberapa pekan terakhir dengan analis dan diplomat menyebut hal itu sangat memungkinkan.

Baca juga: RUU Keamanan Hong Kong Disahkan

"Laporan yang menyebut Qatar mempertimbangkan meninggalkan GCC sangat tidak benar dan tidak berdasar," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Qatar Lolwah al-Khater.

"Rumor ini pasti muncul dari kekecewaan warga atas perpecahan di GCC yang sebelumnya menjadi sumber harapan dan aspirasi bagi warga di enam negara anggotanya."

"Saat kami akan memasuki tahun ketiga blokade ilegal terhadap Qatar oleh Aran Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, tidak aneh jika warga anggota GCC mempertanyakan keberadaan GCC sebagai institusi."

"Qatar berharap GCC bisa kembali menjadi platform kerja sama dan koordinasi. Keberadaan GCC yang efektif sangat dibutuhkan saat ini mengingat tantangan yang dihadapi kawasan kita," lanjutnya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain bersama negara non-GCC Mesir secara mendadak memutuskan hubungan diplomatik, ekonomi, dan travel dengan Doha pada 2017 dengan menuding Qatar terlalu dekat dengan Iran dan mendukung kelompok radikal.

Qatar membantah tudingan itu dan menolak melaksanakan 13 tuntutan yang diajukan mantan rekan mereka. Salah satunya adalah menutup kantor berita Al Jazeera yang berada di Doha.

Perselisihan antara Qatar dan tiga anggota GCC lainnya itu akan memasuki tahun ketiga pada 5 Juni mendatang. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

Ribuan Demonstran Tuntut Presiden Mali Mundur

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:15 WIB
PROTES menuntut Presiden Ibrahim Boubacar Keita di Mali untuk mundur dari jabatannya terus...
AFP

Serangan Gereja Afsel, 5 Orang Tewas setelah 200 Orang Disandera

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:55 WIB
LIMA orang tewas setelah penyerang menyerbu sebuah gereja di Afrika...
medcom.id

Terdapat 15 Kasus Baru Covid-19 Impor di Kamboja

👤Antara 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:45 WIB
Semua kasus baru berkaitan dengan pria-pria Kamboja berusia 21-33 tahun. Mereka semua baru pulang dari Arab Saudi pada Jumat (10/7) dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya