Jumat 29 Mei 2020, 06:15 WIB

Gakkum KLHK Tangkap Penjual Kantong Semar ke Luar Negeri

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gakkum KLHK Tangkap Penjual Kantong Semar ke Luar Negeri

ANTARA/Syifa yulinnas
Ilustrasi--Warga meperlihatkan tumbuhan kantong semar (Nepenthes) di Kawasan Gunung Singgah Mata, Nagan Raya, Aceh.

 

TIM operasi gabungan Ditjen Gakkum KLHK dan BKSDA Kalbar SKW II Sintang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menangkap pelaku berinisial RB, 23 dan MT, 32 beserta barang bukti 25 paket tanaman dilindungi yakni kantong semar (spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp) dan sejumlah tumbuhan lainnya, di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iryono mengatakan RB dan MT kini ditahan di Kantor Seksi Wilayah Pontianak, Balai Gakkum Kalimantan.

"Balai Gakkum Kalimantan juga mengamankan barang bukti berupa 25 paket kantong semar (spesies Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp), 1 paket Sonerila, 1 paket Komalomena silver, Vilodendrum boceri, Labisia kura-kura, dan Alokasia silver," katanya.

Baca juga: Ini Dia Peneliti dan Dosen Terbaik Indonesia Versi Sinta

Hasil penyidikan menunjukkan RB dan MT adalah pemasok kepada AC, pemilik nursery di Taiwan. Nursery milik AC ini menjual berbagai jenis kantong semar yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Komunitas Suara Pelindung Hutan pernah melaporkan AC sebagai perambah dan penyelundup tumbuhan dilindungi di Indonesia. Berdasarkan pengakuan RB dan MT, tumbuhan dilindungi itu dijual Rp500 ribu per pokok.

Dia menjelaskan RB dan MT sudah sejak 2017 mengambil kantong semar jenis Nepenthes clipeata dari Taman Wisata Alam Gunung Kelam. Kemudian, mereka menjualnya secara daring kepada pembeli dari luar Pulau Kalimantan, dan pembeli internasional antara lain dari Taiwan, Penang, Kuching, dan Kuala Lumpur.

"Ini pertama kali Gakkum KLHK menyidik kasus perdagangan tumbuhan dilindungi. Kami akan mengembangkan kasus ini, terutama menelurusi jaringan internasional penyelundupan tanaman dilindungi,” sebut Sustyo Iryono.

Penyidik akan menjerat keduanya dengan Pasal 21 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp100 juta

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, Penyidik KLHK menetapkan RB, 23, pemilik tumbuhan Nepenthes clipeata dan Nepenthes spp sebagai tersangka, sedangkan MT, 32 diperiksa sebagai saksi. Saat ini, keduanya telah dititipkan ke Rumah Tahanan Polda Kalimantan Barat.

Kantong semar spesies Nepenthes clipeata termasuk tumbuhan karnivora endemik yang hanya tumbuh di Bukit Kelam, Sintang, Kalbar.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) pada 2014 menetapkan Nepenthes clipeata yang tumbuh di celah-celah curam batuan granit ini dalam Red List sebagai critically endangered atau sangat berisiko punah. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Indonesia Terima Insentif Rp800 M

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Juli 2020, 15:55 WIB
Beberapa di antara itu adalah moratorium pembukaan lahan di hutan primer dan gambut sejak...
Antara/Didik Suhartono

One Gate Sistem Mampu Kendalikan Overload Pasien RS Rujukan

👤Ferdian Ananda 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:20 WIB
Otoritas setempat telah berbenah dengan memberlakukan one gate system untuk rumah sakit rujukan...
Antara

Indonesia Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:04 WIB
Indonesia memiliki komitmen untuk menurunkan GRK sebanyak 26% pada 2020 dan meningkat 29% di 2030. Oleh karena itu, berbagai program...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya