Kamis 28 Mei 2020, 21:34 WIB

Masih Ada Zona Merah, LaNyalla minta Kaji Ulang Pilkada Desember

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Masih Ada Zona Merah, LaNyalla minta Kaji Ulang Pilkada Desember

Dok. Pribadi
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti

 

KETUA DPD RI AA LaNyalla Mahmud Matitti meminta dilakukan pengkajian ulang keputusan menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember mendatang. Hal itu mengingat Kementerian Kesehatan dan Gigus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum memutuskan pandemi virus korona tipe baru berakhir. 

“Sampai hari ini masih banyak daerah, baik provinsi maupun kota kabupaten yang masih dalam zona merah. Bahkan kurvanya belum menurun. Malah di sebagian daerah menunjukkan tren naik. Itu dari sisi wabah itu sendiri. Belum dari sisi kualitas pilkada apabila diselenggarakan dalam situasi dimana pandemi belum dinyatakan berakhir. Ini penting untuk dikaji secara mendalam, termasuk apa urgensinya harus dipaksakan tahun ini?” ungkap LaNyalla di Surabaya, Kamis (28/5). 

LaNyalla mengambil contoh Jawa Timur, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi sempat menyatakan khawatir Kota Surabaya bisa menjadi seperti Kota Wuhan, Tiongkok. 

Hal itu karena penyebaran di Surabaya sangat cepat. Dan 65 persen angka kasus Covid-19 di Jawa Timur disumbang dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sementara Surabaya, Sidoarjo dan Gresik akan menggelar Pilkada.

Menurut LaNyalla, republik ini tidak terancam bubar hanya karena pilkada ditunda. Sebab, sudah ada mekanisme bila masa jabatan kepala daerah berakhir, bisa ditunjuk pelaksana tugas untuk menjalankan pemerintahan daerah. 

Justru Indonesia akan semakin menderita, bila wabah covid-19 tidak segera berakhir. Semua akan terganggu. Sehingga sebaiknya pemerintah fokus menangani wabah dan dampaknya bagi masyarakat.

“Sudah benar apa yang dilakukan pemerintah dengan refocusing anggaran untuk prioritas penanganan wabah ini. Dengan menunda anggaran belanja yang masih bisa ditunda dan mengalihkan untuk penanganan pandemi. Nah, pilkada ini menurut saya, salah satu anggaran belanja yang bisa ditunda,” tukas LaNyalla.

Ia mengungkapkan bahwa untuk Pilkada Desember nanti, KPU sudah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp535,9 miliar untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) guna menyesuaikan penyelenggaraan pilkada dengan protokol kesehatan. 

Anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk membeli masker bagi 105 juta pemilih, sebesar Rp263,4 miliar. Kemudian, untuk alat kesehatan bagi petugas di TPS dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih sebesar Rp259,2 miliar. Dan Rp10,5 miliar untuk alat kesehatan bagi PPS dan Rp2,1 miliar untuk PPK.

Sebelumnya, Bawaslu RI pernah melansir 10 kerawanan Pilkada 2020 di tengah pandemi. Di antaranya kecemasan dan kekhawatiran petugas penyelenggara pilkada meskipun bekerja dengan protokol kesehatan. 

Dari sisi pemilih, dimungkinkan terjadi penurunan pengguna hak suara, bila masyarakat memilih tidak hadir ke TPS. Dan kerawanan politik uang, mengingat masyarakat berada dalam situasi ekonomi yang sulit. (RO/OL-7) 

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Kronologi Penangkapan Buron Pembobolan BNI Rp1,7 T Maria Pauline

👤Sumantri 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:17 WIB
Pemerintah sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa...
Ilustrasi

Kasus Rektor UNJ Disetop, KPK: Kami Hargai Penyelidikan Kepolisia

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:09 WIB
KPK hargai penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan gratifikasi THR yang diduga melibatkan Rektor Universitas...
ANTARA/ISMAR PATRIZKI

Deradikalisasi Teroris Lone Wolf lebih Mudah

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:00 WIB
Keluarga merupakan lingkungan paling awal yang dapat memberikan edukasi agar lone wolf tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya