Kamis 28 Mei 2020, 20:20 WIB

Kiat Selaraskan Peran Pegawai BUMN dan Pengusaha Sukses

Haryanto | Nusantara
Kiat Selaraskan Peran Pegawai BUMN dan Pengusaha Sukses

Istimewa
Haji Sanusi atau Iwan Sanusi Libere

 

HAJI  Sanusi atau Iwan Sanusi Libere merupakan satu contoh orang yang mampu menselaraskan dua fungsi yakni sebagai pegawai BUMN sekaligus pengusaha sukses di berbagai bidang usaha.

Pria 45 Tahun bukan hanya pengusaha pada  bidang kuliner dan property yang sukses. Namun, juga sebagai salah satu pejabat di salah satu perusahaan BUMN yang saat ini menjadi Dirut anak usaha di sebuah yayasan milik PT Angkasa Pura 1 yaitu PT Yapro Artha Perdana dan mempunyai pondok pesantren di daerah Cibubur dengan nama Rumah Tahfidz Zalva Assanusi.

Kesuksesan yang didulang oleh Haji Sanusi tidak didapatkannya dengan mudah dan instan, melainkan butuh perjuangan keras yang di mulainya dari nol.

Maka, jangan heran Iwan Sanusi yang juga dikenal sebagai Achiever di PT. Angkasa Pura 1 (Persero) ini sering dijadikan panutan khususnya bagi karyawan di BUMN karena keberanian menjadi entrepreneur dan berani berbeda dari kebanyakan pegawai BUMN  lainnya.

"Saya dibesarkan di Pesantren dan dari keluarga pra sejahtera," kata Haji Sanusi di Semarang, Kamis (28/5).

Ia menceritakan, sejak ditinggal oleh bapaknya, oleh ibunya ia dititipkan kepada Hj Tuty Alawiyah mantan Menteri Peranan Wanita era Presiden Abdurahman Wahid atau Gusdur.

"Dari didikan Hj Tuty Alawiyahlah saya dididik untuk berani, jujur dan tidak boleh takut pada siapapun," kenang Iwan.

Karirnya semakin moncer, dan menunjukan keunggulan dirinya. Pasalnya, ia dikenal sebagai pribadi yang tidak suka hanya menekuni bidang studi hanya satu, dia selalu ingin tahu disiplin ilmu berbeda dari apa yang dia dapatkan selama ini.

"Saya tipikal orang yang tidak mudah diintervensi," tandas dia.

Karena karakternya yang tidak mudah diintervensi, ia selalu mendapatkan beberapa penghargaan dari perusahaan diantaranya Sebagai Manager terbaik 2 kali yaitu tahun 2013 dan tahun 2016 karena telah berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan untuk Bandara Internasional Lombok dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

"Waktu saya auditor, berhasil mengembalikan uang perusahaan sebesar Rp28 Milyar karena adanya kasus penggelapan pendapatan Parkir Bandara Ngurah Rai oleh mitra PT Angkasa Pura 1," paparnya.

Tak jarang dengan sikapnya yang tidak mudah diintervensi tersebut, telah menjadi kontroversi di kalangan karyawan dan disegani oleh Direksinya. Oleh karenanya dia sangat keras terhadap orang yang memanfaatkan posisi di BUMN untuk korupsi.

Iwan menceritakan, pertama kali menjajaki dunia bisnis serius ketika ia merintis jual beli rumah, awalnya menjadi broker perumahan yang akhirnya terjun di dunia property dan berhasil menjual ribuan kavling dengan pangsa pasar kalangan BUMN dan PNS yang lokasinya di daerah Cileungsi Bogor.

"Bosan menjadi karyawan dan ingin kaya karena kalau kaya dari BUMN atau dari Pemerintah, dia menjamin pasti ada korupsi yang dilakukan," pungkas Iwan. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA/Bayu Pratama S

70% Kasus Positif Korona di Kalsel Terjadi di Lima Kabupaten/Kota

👤Denny S 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Total kasus positif virus korona dari lima daerah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ini mencapai lebih 70 persen total kasus yang...
ANTARA/Abriawan Abhe

Disiplin Warga Sulsel Terapkan Protokol Kesehatan masih Rendah

👤Lina Herlina 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Kunci mengatasi pandemi covid-19 adalah peran aktif masyarakat menerapkan protokol kesehatan. "Edukasi perlu dimassifkan," tukas...
ANTARA/ARDIANSYAH

Pancaroba, Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 20:35 WIB
 Jika covid-19 dan DBD menjangkiti seseorang secara bersamaan, akibatnya bisa sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya