Kamis 28 Mei 2020, 19:20 WIB

Ganjar belum bakal Terapkan New Normal di Jateng

Haryanto | Nusantara
Ganjar belum bakal Terapkan New Normal di Jateng

Antara
Warga berkendara motor tanpa menggunakan helm dan masker di Jalan Ahmad Yani, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).

 

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mengambil kebijakan penerapan normal baru atau new normal. Menurutnya, kebijakan itu tidak akan diambil dalam waktu pendek.

"Belum (penerapan new normal), kita lagi latihan. New normal itu bukan bendera finis yang dikibarkan, terus disebut new normal. Harus diawali dulu dengan latihan-latihan," kata di rumah dinasnya, Kamis (28/5).

Meski tidak diambil dalam waktu dekat, namun persiapan menuju new normal terus digenjot. Sehingga, kata dia, kantor pemerintahan, layanan publik, perbankkan, pasar, industri, tempat ibadah, hingga sekolah harus mempersiapkan sarana prasarana pendukung seperti tempat cuci tangan, mengukur suhu, serta pengaturan saat bergerak.

"Sekarang sedang kami coba siapkan mereka mengatur itu. Agar masyarakat siap. Kemarin setelah ada keputusan Menteri Kesehatan sebagai pedoman, kami perintahkan semua untuk mengatur," ucapnya.

Menurut dia, penerapan new normal masih menunggu perkembangan dan mempertimbangkan banyak faktor, khususnya penurunan kurva kasus positif penderita virus korona atau covid-19.

"Kapan dilakukan, ya kalau kurvanya turun drastis. Kan itu sudah ada petunjuknya dari Gugus Tugas, sehingga semua harus mengacu ke sana," terangnya.

Meski begitu, penerapan new normal bisa saja dilakukan di Kabupaten/Kota yang memang nol kasus covid-19.

"Untuk Jateng tidak dalam waktu pendek, kecuali kabupaten/kota yang sudah rendah. Rembang sempat nol kasus, tapi ini infonya ada tiga pasien dari daerah lain, makanya tunda dulu. Tegal kemungkinan bisa, tapi hati-hati karena berhubungan dengan daerah sekitarnya. Jadi semua harus diatur dan disiapkan," tegasnya.

Terkait mekanisme new normal, Ganjar mengatakan tidak ada penunjukan dari pusat atau pengajuan dari daerah. Hasil rapat beberapa waktu lalu, diputuskan bahwa itu dilakukan sukarela.

Seperti, saat dirinya mengunjungi pabrik rokok di Kudus dan pabrik tekstil. "Kemarin saya cek mal, sudah mengatur bagus, perkantoran, tempat ibadah, sekolah semua sudah menyiapkan. Intinya saya sudah siapkan, nanti kalau kurvanya sudah turun sampai ke bawah dan di bawah 50% baru bisa. Kalau masih di atas 50% ya jangan," tukasnya.(X-15)

Baca Juga

ANTARA/Bayu Pratama S

70% Kasus Positif Korona di Kalsel Terjadi di Lima Kabupaten/Kota

👤Denny S 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Total kasus positif virus korona dari lima daerah dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ini mencapai lebih 70 persen total kasus yang...
ANTARA/Abriawan Abhe

Disiplin Warga Sulsel Terapkan Protokol Kesehatan masih Rendah

👤Lina Herlina 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 23:10 WIB
Kunci mengatasi pandemi covid-19 adalah peran aktif masyarakat menerapkan protokol kesehatan. "Edukasi perlu dimassifkan," tukas...
ANTARA/ARDIANSYAH

Pancaroba, Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 20:35 WIB
 Jika covid-19 dan DBD menjangkiti seseorang secara bersamaan, akibatnya bisa sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya