Kamis 28 Mei 2020, 14:37 WIB

Kapolri Terbitkan Telegram Pengaturan Kenormalan Baru

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Humaniora
Kapolri Terbitkan Telegram Pengaturan Kenormalan Baru

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis

 

KAPOLRI Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan Surat Telegram (ST) no. 2249 tanggal 28 Mei 2020 untuk mengimplementasikan skenario kehidupan normal baru (new normal) dalam rangka mempercepat penanganan virus korona (covid-19).

“Polri tetap mempertimbangkan aspek kesehatan dan sosial ekonomi dengan memerintahkan para Kasatwil untuk membuat pengaturan pencegahan covid-19 di tempat kerja, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Kabag Penum Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, Kamis (28/5).

Dalam penerapan new normal nanti, jajaran Polri rencananya akan menjaga dan mengedukasi masyarakat melalui adaptasi perubahan pola hidup pada situasi covid-19.

Ahmad menjelaskan, Kapolri Idham melalui ST tersebut juga meminta para Kasatwil berkoordinasi dengan TNI dan stakeholders lainnya untuk bersama-sama dengan Polri melakukan upaya pendisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Rencananya, TNI dan Polri akan ditempatkan di titik-titik keramaian seperti di lokasi pariwisata, tempat kerumunan massa, sentra ekonomi, pasar, mal dan area publik lainnya, untuk mengimbau secara humanis menuju kehidupan new normal.

“Polri mengedepankan upaya persuasif kepada warga selama new normal namun bagi masyarakat yang melanggar aturan atau melawan petugas dapat dikenai Pasal 212 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau denda paling banyak Rp4.500,” ungkap Ahmad.

Ahmad menuturkan Polri juga akan tetap mempedomani Keputusan Menteri Kesehatan No 328 tanggal 20 Mei 2020 tentang panduan pencegahan dan pengendalian covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Hal ini penting karena dalam era normal baru, masyarakat diberikan kesempatan untuk beraktivitas kembali sehingga perlu upaya agar aman dari penularan virus covid-19. Jumlah personel Polri yang dikerahkan nantinya menyesuaikan kebutuhan di lapangan. (OL-4)

Baca Juga

 MI/Susanto

Kasus Safe House di Lampung, KPPPA Evaluasi P2TP2A

👤Ihfa Firdausya 🕔Selasa 14 Juli 2020, 13:45 WIB
Salah satu hasil evaluasi ialah perubahan kelembagaan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak atau UPTD PPA di...
123rf.com

Ini Istilah Baru Kasus Covid-19, Bukan ODP, PDP, dan OTG

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 14 Juli 2020, 12:45 WIB
Pemerintah memutuskan untuk mengganti penggunaan istilah ODP, PDP, dan OTG menjadi Kasus Suspek, Probable, Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku...
MI/SUSANTO

Dukung Kemenkes, Klinik SehatQ Sesuaikan Tarif Rapid Test

👤Dwi Tupani 🕔Selasa 14 Juli 2020, 12:32 WIB
"Mengacu pada kebijakan pemerintah, Klinik SehatQ pun kini menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat untuk menjalani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya