Kamis 28 Mei 2020, 14:20 WIB

DPRD Minta Data Rt Covid-19 di DKI Sesuai Fakta

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DPRD Minta Data Rt Covid-19 di DKI Sesuai Fakta

Antara/Didik Suhartono
Pegawai pusat perbelanjaan BG Junction menempelkan poster di BG Junction, Surabaya (27/5/2020)

 

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menegaskan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menerapkan kenormalan baru atau new normal di Ibu Kota ialah angka reproduksi efektif (Rt) kurang dari 1. Ia meminta harus ada transparansi dan akuntabilitas dari pengukuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Angka median dari reproduksi efektif (Rt) di DKI Jakarta saat ini 0,98783. Angka ini harus benar-benar valid dan sesuai dengan fakta yang sebenarnya," kata Mujiyono dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (28/5).

Ia menuturkan baru-baru ini tim dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) di laman berita The Conversation mengatakan Indonesia masih belum memiliki kurva epidemiologis pandemi covid-19.

Jika apa yang dinyatakan tersebut benar adanya, menurut Mujiyono, semua data yang menyebutkan adanya laju penurunan penyebaran covid-19 jadi meragukan.

Baca juga: BKD DKI Bantah Pernyataan PSI soal PNS tak dapat THR

"Pemerintah harus lebih transparan dan akuntabel di dalam melakukan pengukuran, termasuk menjelaskan bagaimana data diperoleh, bagaimana pengukuran dilakukan, dan sebagainya, sehingga data yang disampaikan dapat diterima dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tegas Politisi Demokrat.

Selain itu, menurutnya, kapasitas sistem kesehatan di DKI Jakarta,  perlu lebih ditingkatkan lagi, terutama terkait dengan ruang ICU. Begitu pula dengan perlengkapan dan peralatan medis, yaitu ventilator, APD, dan jumlah tenaga medis.

"Jumlah ruang ICU, ventilator, dan tenaga medis di ruang ICU masih jauh dari cukup untuk menangani covid-19," ungkap Mujiono.

Jadi, imbuhnya, untuk meningkatkan kesiapan sistem kesehatan masyarakat tersebut, diperlukan penambahan tempat tidur rumah sakit dengan rasio di atas 3,5 per 1.000 penduduk.

"Perlu dipertimbangkan untuk mendirikan rumah sakit dan fasilitas kesehatan darurat secara massif dengan memanfaatkan aset-aset gedung atau lahan milik Pemprov DKI Jakarta," pungkas Mujiyono. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Termasuk Zona Merah, Lokasi HBKB Wilayah Diganti

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:54 WIB
Lokasi HBKB yang kini menjadi zona merah ada di Jakarta Pusat yakni di Jalan Zamrud Raya Kemayoran, Jalan Taman Amir Hamzah, dan Jalan...
Dok. DPRD DKI Jakarta

Banjir DKI Awal Tahun Membuat Trauma

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:45 WIB
Program pengendalian banjir, menurut Anggota Komisi D Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup itu, harus tetap berlanjut dan ikut mendapat...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Yuk, Naik Sepeda Gowes ke Tempat Rapat

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:40 WIB
Pegawai Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut mengayuh sepedanya dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya