Kamis 28 Mei 2020, 13:50 WIB

Petani Padi NTT Beralih Tanam Bawang Merah dan Jagung

Palce Amalo | Nusantara
Petani Padi NTT Beralih Tanam Bawang Merah dan Jagung

MI/Palce Amalo
Petani padi di NTT menyiasati masuknya musim kemarau dengan menanam palawija.

 

PETANI padi di sejumlah persawahan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mensiasati krisis air saat kemarau dengan menanam bawang merah dan palawija.

"Musim tanam kedua tahun ini, petani tidak menanam padi, tetapi menanam bawang merah dan palawija," kata kata Impo, petani di Persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (28/5).

Jika menanam padi, ancaman gagal panen sangat besar karena persawahan Oesao hanya mengharapkan air hujan untuk mengairi tanaman pertanian. "Kalau tanam palawija, masih ada air di sumur," katanya.

Biasanya menurut Dia, persediaan air di sumur hanya mempu bertahan sampai puncak kemarau yakni September hingga November. Karena itu, saat ini petani setempat mulai mengolah lahan untuk menanam. Adapun Impo sudah menanam bawang merah pada areal persawahannya seluas 0,5 hektare.

Selain bawang, petani setempat juga menanam jagung, terung, kacang panjang, dan singkong. "Beberapa petani masih mengolah lahan, tetapi sebagian besar sudah menanam," ujarnya.

Dengan mensiasati tanaman, petani setempat memastikan tetap panen dalam beberapa bulan ke depan. Impo mengaku memilih menanam bawang merah karena saat ini harga komoditas tersebut masih tinggi yakni Rp25 ribu per kilogram. "Kami harapkan saat panen raya nanti harga bawang tidak jatuh," katanya. Biasanya pada panen raya, tambah Dia, harga bawang merah anjlok sampai Rp10 ribu per kilogram.

Lain halnya di Persawahan Oepoi di Kota Kupang, hanya sebagian kecil yang terlihat mengolah lahan, itu pun hanya dua tanaman yang diusahkan petani yakni sawi dan kangkung. "Air tidak cukup mengairi tanaman padi. Kalau untuk tanaman sayuran cukup," kata Soleman Buifena, petani setempat.

Petani tersebut mengolah lahan 50 meter persegi untuk menanam sawi dan kangkung untuk dijual ke pasar dan juga kebutuhan di rumah. "Untuk kebutuhan sayur di rumah cukup dari kebun ini. Saya juga jual untuk kebutuhan sehari-hari," katanya (OL-13)

Baca Juga

DOK MI

Protokol Kesehatan Diabaikan, Positif Covid-19 Terus Bertambah

👤Dwi Apriani 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:40 WIB
Bertambahnya kasus positif covid-19 salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat Sumsel sudah mulai tidak disiplin dalam menerapkan...
ANTARA/Septianda Perdana

MPLS di Sejumlah Wilayah di Jateng Dilaksanakan Secara Daring

👤Lilik Darmawan 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:30 WIB
Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilakukan secara daring karena sampai sekarang kasus Covid-19 masih tetap...
Antara

Cariu Bogor Kembali jadi Zona Hijau

👤Antara 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:21 WIB
GTPP covid-19 Kabupaten Bogor mencatat, hingga Minggu (12/7), ada tiga kecamatan berstatus zona hijau, dua lainnya yaitu Kecamatan Tenjo...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya