Kamis 28 Mei 2020, 13:40 WIB

PMJ Agendakan Gelar Perkara Terkait THR UNJ ke Kemendikbud

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
PMJ Agendakan Gelar Perkara Terkait THR UNJ ke Kemendikbud

DOK PMJ
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (tengah), Kamis (28/5).

 

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya (PMJ) akan menggelar gelar perkara terkait dugaan gratifikasi tunjangan hari raya (THR) dari oknum di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada hari Kamis (28/5).

“Saat ini dari Dirkrimsus PMJ akan melakukan gelar perkara menyangkut masalah adanya penyerahan satu perkara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Krimsus PMJ,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (28/5).

PMJ pun telah memanggil 16 saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan gratifikasi THR dari oknum di UNJ ke Kemendikbud.

"Ada satu dari Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), terus kemudian ada 15 orang dari pihak UNJ yang ikut pada saat rapat (Rapimsus)," tutur Yusri.

“Semua data sudah kita kumpulkan, rencana kalau jadi mudah-mudahan hari ini kita lakukan gelar perkara untuk bisa menentukan apakah memang unsur-unsur itu sudah memang masuk dalam konstruksi perkaranya,” tambahnya.

Jika nantinya unsur kasus tersebut masuk dalam kontruksi perkara, Yusri mengatakan kasus suap THR ini nantinya akan naik ke tingkat penyidikan.

“Tetapi memang kalau tidak memenuhi unsur-unsur persangkaannya, nanti kita SP3, kita akhiri,” paparnya.

Baca juga: 16 Saksi Diperika Polisi Terkait THR UNJ Ke Kemendikbud

Yusri mengatakan pihaknya masih terus mempersiapkan data untuk gelar perkara. Nantinya, akan hadir perwakilan dari Mabes Polri dan KPI dalam gelar perkara.

Sebelumnya, kasus dugaan gratifikasi THR yang dilakukan pejabat UNJ terhadap Kemendikbut terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (21/5) lalu.

Pihak kepolisian telah melakukan gelar perkara pertama dengan hasil memulangkan tujuh orang yang terjaring dalam OTT tersebut.

Ketujuh orang tersebut antara lain Rektor Universitas Negeri Jakarta Komarudin, Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sofia Hartati, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemdikbud Tatik Supartiah, Karo SDM Kemdikbud Diah Ismayanti, Staf SDM Kemdikbud Dinar Suliya, serta Staf SDM Kemdikbud Parjono.

Kasus itu diduga terkait peran Rektor UNJ Komarudin yang meminta para dekan fakultas serta kepala lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR untuk pejabat Sumber Daya Ditjen Dikti dan sejumlah staf SDM di Kemendikbud. (A-2)

 

 

Baca Juga

Dok. MI

Kejagung Akui Telah Lama Kerja Sama dengan Dukcapil Terkait DPO

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:53 WIB
Terkait kemungkinan dibuatnya kerja sama yang lebih formal antar Kejagung dengan Dukcapil, Hari pun menyambut baik usulan...
medcom

Baru 55% Pemda Cairkan Dana Hibah Pilkada Serentak 2020

👤Benny Bastiandy 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:35 WIB
SEKITAR 45 persen pemerintah daerah (pemda) yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 belum mencairkan 100 persen dana...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Dari 7 Pegawai KPK yang Positif, 2 Orang Masih Lakukan Isolasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:20 WIB
Sebanyak lima orang sudah dinyatakan sembuh, satu orang dalam perawatan di RS, satu lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pantauan RS...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya