Kamis 28 Mei 2020, 11:55 WIB

Imbas Covid-19, Boeing PHK 6.770 Pekerja

Antara | Internasional
Imbas Covid-19, Boeing PHK 6.770 Pekerja

AFP/Jim Watson
Perusahaan produsen pesawat terbang Boeing

 

AKTIVITAS penerbangan termasuk salah satu sektor yang terimbas pandemi virus korona baru (covid-19), apalagi ketika diikuti dengan kebijakan karantina wilayah di berbagai negara.

Kesulitan maskapai akibat pembatasan sosial berimbas pada hulu industri ini yakni produsen pesawat terbang, salah satunya Boeing yang memutuskan untuk memangkas ribuan karyawannya baru-baru ini.

Presiden dan CEO Boeing Dave Calboun mengatakan pihaknya terpaksa harus memberhentikan (PHK) 6.770 karyawannya sebagai dampak pandemi covid-19. Ini merupakan pemangkasan jumlah pekerja gelombang kedua setelah sebelumnya Boeing mengeluarkan program PHK sukarela.

"Setelah pengumuman pengurangan kekuatan yang kami buat bulan lalu melalui program PHK sukarela. Sekarang kita sampai pada saat yang tidak menguntungkan karena harus memulai PHK tidak sukarela," kata Dave dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Boeing, Rabu (27/5).

Produsen pesawat terbesar dunia yang berbasis di AS ini sudah memberitahu 6.770 karyawannya di AS, pekan lalu. Boeing akan menyampaikan semua dukungannya bagi karyawan yang terkena PHK, termasuk pembayaran pesangon, cakupan perawatan kesehatan untuk karyawan AS dan layanan transisi karier.

Baca juga:  Boeing 777X Lakukan Penerbangan Perdana

Operasi internasional Boeing di beberapa negara juga melakukan pengurangan pekerja, yang akan dikomunikasikan secara lokal sesuai jadwal masing-masing dan ketentuan setempat.

Dampak pandemi covid-19 pada industri penerbangan, menurut Dave, berarti pengurangan dalam jumlah jet komersial dan layanan yang dibutuhkan pelanggan Boeing selama beberapa tahun ke depan. Hal ini berarti akan sedikit tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kami telah melakukan yang terbaik untuk memproyeksikan kebutuhan pelanggan maskapai komersial kami selama beberapa tahun ke depan ketika mereka memulai jalan mereka menuju pemulihan," ungkap Dave.

CEO Boeing juga berbicara melalui video untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka yang terkena PHK atas sumbangsihnya bagi perusahaan.

Dave optimistis bisnis penerbangan akan kembali bangkit. Beberapa pelanggannya melaporkan mulai melayani penumpang. Beberapa negara dan negara bagian AS mulai dengan hati-hati membuka kembali perekonomian
mereka.

Pada divisi pertahanan, luar angkasa dan keamanan Boeing juga mencapain kemajuan baru, termasuk keberhasilan kembali ke orbit dari Kendaraan Uji Orbital X-37B yang dapat digunakan kembali dan otonom.

"Kami bergerak maju dengan rencana kami untuk memulai kembali produksi 737 MAX di Renton, Washington, seiring upaya pengembalian layanan kami terus berlanjut. Tim Layanan Global kami mengubah organisasinya untuk memastikannya ramping dan fokus pada kebutuhan pasca-covid-19
pelanggannya," pungkasnya.

Tetapi tanda-tanda pemulihan tidak berarti kesehatan global dan krisis ekonomi telah berakhir, industri penerbangan, tukas Dave, butuh beberapa tahun untuk pulih ke kondisi semula dua bulan lalu.(OL-5)

Baca Juga

medcom.id

Menlu Pakistan Positif Covid-19

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:48 WIB
Menlu Pakistan Qureshi mengarantina diri di rumah dan akan bekerja dari...
AFP/Sujit Jaiswal

Koreografer Bollywood Saroj Khan Meninggal Dunia

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:55 WIB
Saroj yang berusia 71 tahun ini meninggal akibat serangan...
AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya