Kamis 28 Mei 2020, 08:54 WIB

Temanggung Akan Kucurkan Bantuan Rp4,9 Miliar Untuk 6000 UMKM

Tosiani | Nusantara
Temanggung Akan Kucurkan Bantuan Rp4,9 Miliar Untuk 6000 UMKM

ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Pekerja memproduksi tahu di sentra UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) kelurahan Brojolan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020).

 

PEMERINTAH Kabupaten Temanggung Jawa Tengah akan memberikan bantuan senilai Rp4,9 miliar dari APBD II pada 6.000 lebih pelaku usaha mikro dan usaha kecil yang terdampak pandemik korona tahun ini. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah untuk kembali tumbuh.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Temanggung Rony Nurhastuti, mengatakan bantuan hanya akan diberikan pada pelaku usaha kecil dan usaha mikro yang usahanya goyah akibat pandemik korona.

"Sebanyak 6000 lebih itu sudah semua usaha mikro dan kecil yang ada di Temanggung. Mereka semua terdampak covid-19. Nanti akan ada bantuan dari APBD senilai Rp 4,9 miliar," sebut Rony di Temanggung, Kamis (28/5). 

Usaha mikro menurut Rony dalam kategori mereka yang memulai usaha dengan modal antara nol hingga Rp50 juta. Sedangkan usaha kecil adalah pelaku usaha yang memulai usahanya dengan modal awal di atas Rp50 juta hingga Rp1 miliar. Pengusaha dengan modal lebih dari batas modal itu masuk kategori usaha menengah dan besar.

"Untuk usaha menengah dan pengusaha besar, meski terdampak Covid-19 tetap tidak akan diberi bantuan. Mereka kita anggap akan mampu berdiri kembali dengan upaya sendiri. Bantuan hanya akan diberikan pada usaha mikro dan usaha kecil," kata Rony.

Selain bantuan dari APBD Kabupaten senilai Rp 4,9 miliar tersebut, menurut Rony, nantinya pelaku usaha mikro dan kecil juga akan menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun ia belum tahu berapa besarnya alokasi bantuan dari provinsi tersebut.

baca juga: Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

Suherman,50 salah seorang pelaku usaha penyewaan mainan anak di Kecamatan Kranggan mengaku memulai usahanya dengan modal hingga sekitar Rp100 juta sejak lebh dari 10 tahun. Kini usahanya sama sekali tidak beroperasi karena terdampak pandemik korona sejak tiga bulan terakhir. Kini ia bahkan kesulitan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya dan belum menerima bantuan dari pemerintah.

"Soalnya tidak ada penyewa yang datang, sehingga sama sekali tidak ada pemasukan. Jadi sementara usahanya ditutup, semua peralatan saya pindahkan ke rumah pribadi," ujar Suherman. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rendra

Pandemi juga Menyasar Kepala Daerah

👤Usman Affandi 🕔Jumat 27 November 2020, 03:30 WIB
Bupati Situbondo meninggal dalam perawatan. Bahaya belum...
MI/Puji Santoso

Tiga Kandidat Menuju Kursi Rektor USU

👤PS/N-2 🕔Jumat 27 November 2020, 03:20 WIB
Proses penyaringan dilakukan oleh Senat Universitas Sumatera Utara. Ada empat calon yang harus diseleksi menjadi tiga...
Dok,. Danone Indonesia

Pabrik Sarihusada DIY Kembali Pertahankan Penghargaan OPEXCON 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 27 November 2020, 03:15 WIB
inovasi dan proses perbaikan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan operasional bisnis adalah komitmen Sarihusada, sejalan dengan Danone...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya