Kamis 28 Mei 2020, 08:40 WIB

Kasus Said Didu akan Segera Digelarperkarakan

Sri Utami | Politik dan Hukum
Kasus Said Didu akan Segera Digelarperkarakan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu (kiri) melambaikan tangan sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta.

 

PENYIDIK Bareskrim Polri akan meminta keterangan saksi ahli sebelum melakukan gelar perkara terkait dengan kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang dilakukan mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu.

“Selanjutnya penyidik akan memeriksa saksi ahli dan melakukan gelar perkara,” ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Jakarta, kemarin.

Pewawancara Said Didu yang juga konsultan media dan politik Hersubeno Arief (HA) tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang telah dilayangkan sebelumnya.

HA mangkir dari panggilan dengan dalih tengah dalam situasi pandemi virus korona baru (covid-19) dan ingin menaati aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski begitu, penyidik tidak melayangkan panggilan kedua terhadap HA.

“Penyidik tidak melayangkan panggilan kedua terhadap Saudara HA dan pengacara HA telah berkomunikasi dengan penyidik untuk menghadirkan HA dalam pemeriksaan sebagai saksi pada hari ini (kemarin),” terang Ahmad.

HA diperiksa sebagai saksi terkait dengan laporan yang dilayangkan kuasa hukum Luhut Pandjaitan terhadap Said Didu. Luhut melaporkan Said kepada polisi pada Rabu (8/4), yang terdaftar dalam laporan nomor LP:B/0187/IV/2020/ Bareskrim.

Said menyebut Luhut hanya memikirkan uang. Hal itu diunggah ke akun Youtube MSD, yang berdurasi 22.45 menit dengan judul MSD: Luhut hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang.

Kuasa hukum Luhut, Riska, mengatakan Said Didu akan disangkakan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1), (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Said Didu pun sebelumnya menjalani pemeriksaan di Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri, pertengahan Mei lalu. *Said Didu akhirnya memenuhi panggilan ketiga setelah dua panggilan sebelumnya memutuskan tidak hadir karena ingin mematuhi PSBB.

Kala itu Said mengaku tidak paham dengan laporan yang ditujukan kepada dirinya. Namun, dia belum berencana untuk melaporkan balik. (Sru/Ykb/P-5)

Baca Juga

DOK BPIB

Pembinaan Ideologi Pancasila Perlu Diatur dalam UU

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:00 WIB
Terlebih, saat ini dari berbagai hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga telah terjadi pengikisan nilai-nilai Pancasila dalam...
MI/Mohamad Ghozi

Rahmad Darmawan Gabung Partai Demokrat

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 06:19 WIB
Rahmad Darmawan menyampaikan dirinya bergabung karena melihat sosok Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti...
Dok. Mabes Polri

Kasus Penyelewengan Bansos Terus Bertambah

👤Media Indonesia 🕔Rabu 15 Juli 2020, 04:45 WIB
Jumlah kasus itu terus bertambah dari delapan kasus pada pertengahan Juni dan 16 kasus di awal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya