Kamis 28 Mei 2020, 08:36 WIB

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

Kristiadi | Nusantara
Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

MI/Lilik Darmawan
Banjir rob terjadi di Cilacacap, Jawa Tengah. Banjir rob juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat menyebabkan ratusan rumah terendam air.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat ratusan rumah di Desa Majingklak, Kecamatan Kalipucang, terendam banjir rob yang terjadi dalam beberapa hari ini Banjir yang disebabkan pasang air laut itu hanya sebentar, setelah itu air kembali surut. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena mengatakan, banjir rob hingga pasang air laut yang terjadi berada di wilayah Kabupaten Pangandaran telah menggenangi ratusan rumah warga dengan ketinggian air berkisar antara 30-40 sentimeter.
 
"Banjir rob dan pasang air laut masuk rumah warga hingga kondisinya langsung surut lagi. Namun, sejak beberapa hari kebelakang telah merendam ratusan rumah meski musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa dari warga," kata Nana, Kamis (28/5).

Nana mengatakan, banjir rob itu tidak terlalu mengganggu aktivitas warga karena selama ini wilayah itu sendiri sudah sering mengalami banjir akibat pasangnya air laut. Masyarakat sudah mengantisipasi terjadinya banjir rob dengan meninggikan rumah.

"Warga di sana punya pengalaman mengalami banjir rob sejak tahun 2018. Saat itu ada rob yang besar, jadi mereka sudah mengantisipasi secara dini. Dan kondisi gelombang tinggi memang akan terus terjadi. Akan tetapi, banjir rob di wilayah itu bukan berasal langsung dari laut tapi bisa saja disebabkan luapan Sungai Citanduy yang tak mengalir ke laut," ujarnya.

Menurutnya, air dari sungai tidak mengalir ke laut karena pasang hingga  meluap ke pemukiman warga. Petugas sampai sekarang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada memghadapi banjir rob skala besar. 

baca juga: Harga Daging Ayam di Aceh Naik Drastis

"Kami tetap berupaya agar masyarakat berada di sepanjang pantai harus tetap waspada, dan nelayan yang biasanya melaut supaya mereka bisa menghentikan sementara. Jika tetap saja melakukan aktivitas saya tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa. Saat ini sedang terjadi gelombang laut tinggi. Biasanya nelayan memilih tidak melaut dan memperbaiki jaring," pungkasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

66 Persen Aset di Jateng Belum Bersertifikat

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:22 WIB
KPK mengingatkan perlu ada kerja sama antarlembaga untuk mengaktifkan 66 persen aset di Jawa Tengah yang tak bersertifikat...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Warga Terdampak Rob Mulai Keluhkan Masalah Ekonomi

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Rabu 15 Juli 2020, 06:51 WIB
Kebutuhan tanggul yang harus dibangun oleh pemerintah pusat agar bisa mengatasi banjir rob tersebut mencapai tiga kilometer. Namun...
Instagram @hanaaaast

Diduga Lakukan Prostitusi, Hana Hanifah Minta Maaf

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 06:41 WIB
Personel Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan menangkap Hana bersama seorang pria berinisial A di sebuah hotel di Medan, Minggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya