Kamis 28 Mei 2020, 08:17 WIB

Minyak Kembali Tertekan Ketegangan AS-Tiongkok dan Produksi OPEC+

Antara | Ekonomi
Minyak Kembali Tertekan Ketegangan AS-Tiongkok dan Produksi OPEC+

AFP
Kilang minyak produsen minyak terbesar di Arab Saudi, Saudi Aramco

 

MINYAK berjangka jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sedang bekerja pada respons yang kuat terhadap undang-undang keamanan yang diusulkan Tiongkok di Hong Kong dan ketika beberapa pedagang meragukan komitmen Rusia untuk pengurangan produksi yang dalam.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$1,54 atau 4,5%, menjadi menetap pada US$32,8 per barel. Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun US$1,43 atau 4,6% menjadi ditutup pada US$34,74 per barel.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman setuju selama pembicaraan melalui telepon untuk "koordinasi erat" lebih lanjut tentang pembatasan produksi minyak, kata Kremlin.

Namun banyak yang merasa Rusia mengirimkan sinyal beragam menjelang pertemuan dalam waktu kurang dari dua minggu antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ ini memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni.

"Kedengarannya hebat di atas kertas, tetapi pasar menahan kegembiraan sampai kita mendapatkan beberapa rincian lebih lanjut tentang apakah akan ada pemotongan, berapa banyak barel akan dipotong dan lamanya pemotongan," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Baca juga: Siap-Siap, Streaming Film dan Musik Online Kena Pajak per 1 Juli

Sementara itu ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terus meningkat setelah TIongkok mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong, memicu protes di jalan-jalan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia telah menyatakan bahwa Hong Kong tidak lagi memerlukan perlakuan khusus berdasarkan hukum AS, pukulan terhadap statusnya sebagai pusat keuangan utama.

Prospek suram atas dampak ekonomi pandemi juga membebani minyak mentah. Para ekonom memperkirakan dua juta orang Amerika mengajukan aplikasi awal untuk asuransi pengangguran minggu lalu. Departemen Tenaga Kerja AS akan melaporkan pada Kamis.

"Pengurangan surplus minyak mentah domestik yang besar sekitar 47 juta barel sedang berjalan pada kecepatan yang jauh lebih lambat daripada penurunan produksi karena penyuling ragu-ragu dalam meningkatkan kegiatan," kata Presiden Ritterbusch dan Associates, Jim Ritterbusch di Galena, Illinois, dalam sebuah laporan.

Ekonomi zona euro mungkin akan menyusut antara 8%-12% tahun ini, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde memperingatkan hasilnya akan antara sedang dan berat.

Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS semuanya naik, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan pada Rabu (27/5). Sementara Badan Informasi Energi AS akan merilis data persediaannya pada Kamis.

Dalam tanda lain permintaan bahan bakar yang lemah, kilang Jepang beroperasi hanya dengan 56,1% dari kapasitas minggu lalu, terendah sejak setidaknya 2005.

"Pasar kemungkinan dalam waktu dekat akan memusatkan perhatian pada pertemuan OPEC+ pada 9 dan 10 Juni," kata Analis Energi Commerzbank Research, Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan pada Rabu (27/5).

"Sampai sekarang, posisi dua peserta terkemuka sangat berbeda: Arab Saudi ingin mempertahankan pemotongan yang berlaku pada Mei dan Juni untuk sementara waktu, sementara Rusia idealnya akan mulai secara bertahap meningkatkan produksi lagi mulai Juli, seperti yang direncanakan sebelumnya," katanya. (A-2)

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

Banggar Minta 4 Juta Usaha Ultra Mikro Diperhatikan

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:55 WIB
Program insentif dunia usaha  dapat diarahkan untuk membantu modal kerja bagi sektor ultra mikro yang belum masuk dalam skema...
MI/PANCA SYURKANI

Menteri PUPR Laporkan Temuan BPK ke Komisi V DPR RI

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:33 WIB
Terdapat temuan BPK yang terbagi atas dua grup besar yakni sistem pengendalian internal dan kepatuhan terhadap peraturan...
MI/Ramdani

BI Disarankan Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:10 WIB
Pemotongan suku bunga menjadi relevan bila dilihat dari perkembangan terkini terkait skema burden sharing BI dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya