Kamis 28 Mei 2020, 07:05 WIB

Ibu Kota belum Siap Hadapi Normal Baru

Ibu Kota belum Siap Hadapi Normal Baru

Putri Yuliani
Anggota DPRD DKI Jakarta Achmad Yani

 

SEMANGAT normal baru (new normal) yang demikian kuat berembus semakin menekan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar ikut arus. Namun, politisi PKS mengingatkan agar tidak terburu-buru karena saat ini Ibu Kota belum siap.

Penegasan Jakarta belum siap di sampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Achmad Yani. Alasannya, da lam dua minggu terakhir, DKI Jakarta belum melakukan tes covid-19 secara massal sehingga data yang ada saat ini tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

"Jangan buru-buru," ujar Sekretaris Fraksi PKS tersebut, kemarin. Achmad Yani melihat warga DKI belum memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) walaupun telah mendapat sosialisasi secara masif. Di pihak lain, sosialisasi normal baru masih sangat minim sehingga dampaknya bisa berbahaya karena masyarakat belum paham. "Kalau masyarakat ditanya, jawabannya pasti mau kerja lagi, cari nafkah buat keluarga. Tapi, Pemprov DKI harus punya hitung-hitungan risikonya.

Saya hanya mengingatkan, dampaknya akan luar biasa jika wabah di DKI jadi tidak terkendali," terangnya. Peringatan Achmad Yani bukan tak beralasan. Berdasarkan tes cepat (rapid test) terhadap warga DKI, selalu terdapat 4% yang reaktif. Angka ini belum menurun sejak dilakukan rapid test sebelum Lebaran hingga saat ini. Artinya, jika seluruh warga Jakarta yang tinggal di lima kota plus Ke pulauan Seribu menjalani rapid test, kemungkinan sebanyak 420.160 warga reaktif (4% x 10.504.000 warga DKI). "Bisa jadi bom waktu," tegas Achmad Yani.

Kemarin, rapid test massal dilakukan terhadap 16.198 warga berikut pegawai di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai. Hasilnya sebanyak 1.133 orang reaktif. Hingga saat ini sudah 133.854 orang diuji rapid test dan sebanyak 5.627 reaktif. "Sementara itu, 128.227 orang dinyatakan nonreaktif," ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dalam keterangan resminya, kemarin.

Jumlah kasus positif covid-19 di Jakarta saat ini 6.826 atau bertambah 105 orang dari sehari sebelumnya. Korban meninggal dunia menurun menjadi dua sehingga jumlah pasien yang meninggal dunia mencapai 510 orang. Namun, pasien yang dimakamkan secara protokol covid-19 sudah lebih 1.000 orang di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan sebanyak 2.043 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.584 orang self isolation di rumah," papar Ani. Untuk orang tanpa gejala terdapat 16.138 orang, orang dalam pemantauan 13.451 orang, dan pasien dalam pengawasan sebanyak 9.421 orang. Sementara itu, dari Kota Depok dilaporkan, kondisi 16 pegawai RSUD setempat yang terjangkit virus korona berangsur membaik. Saat ini, tim medis sedang menunggu hasil tes swab kedua untuk menentukan langkah selanjutnya. (Put/KG/J-2)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

Biaya Perjalanan Melonjak Gara-gara Rapid Test

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 16:30 WIB
Sri Astuti harus merogoh kocek Rp700 ribu untuk biaya rapid test agar bisa melakukan perjalanan menggunakan kereta...
Antara/Fikri Yusuf

Mendikbud Ingin Permanenkan PJJ, DPRD DKI: Mustahil

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:29 WIB
Apalagi metode pembelajaran jarak jauh yang diterapkan selama pandemi dinilai belum maksimal dan membutuhkan banyak...
Antara/Muhammad Adimaja

Ganjil Genap Kios Ditiadakan, Pengunjung Pasar Pramuka Dibatasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 14:49 WIB
Masyarakat terlihat mendatangi Pasar Pramuka untuk membeli peralatan medis, seperti masker, hand sanitizer dan obat-obatan. Jumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya